Dua Kemungkinan Penyebab Rendahnya Retribusi Aset Pemprov, Berikut Analisa Pengamat

Berikut analisa Pengamat Ekonomi Untan, Prof Eddy Suratman, Selasa (16/07/2019):

Dua Kemungkinan Penyebab Rendahnya Retribusi Aset Pemprov, Berikut Analisa Pengamat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untan, Prof Dr Eddy Suratman, Rabu (27/12/2018). 

Dua Kemungkinan Penyebab Rendahnya Retribusi Aset Pemprov, Berikut Analisa Pengamat

PONTIANAK - Retribusi aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) ikut menentukan besaran anggaran daerah.

Namun, ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat sebab rendahnya retribusi aset terhadap pendapatan daerah. 

Berikut analisa Pengamat Ekonomi Untan, Prof Eddy Suratman, Selasa (16/07/2019): 

"Penertiban terhadap aset-aset di Pemprov Kalbar memang harus dilakukan. Apalagi  Pak Gubernur ingin APBD Pemprov tahun 2020 mendatang harus lebih dari Rp6 triliun.

Artinya naik dari tahun sekarang yang baru mencapai  Rp5,3 triliun. Nah untuk menaikan APBD Kalbar harus ada upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Sumber PAD Kalbar hanya ada dua yang besar, pajak daerah dan retribusi daerah. Jadi kalau adanya upaya untuk mengoptimalkan aset-aset adalah langkah yang bagus untuk menaikan PAD.

Baca: Tertibkan Aset Pemprov, Sutarmidji akan Buat Perda Retribusi Aset Yang Dikelola Pihak Ketiga

Baca: Semester I Tahun 2019, Retribusi Parkir di Mempawah Capai Rp 372 Juta

Kita meski disambut baik apa yang dilakukan oleh gubernur terkait penataan ulang aset-aset yang dimanfaatkan oleh pihak ketiga ini.

Memang seharusnya, aset pemerintah daerah menghasilkan uang.

Rendahnya pihak ketiga dalam membayar retribusi aset yang dikelola mereka, kemungkinan dulu nilainya memang kecil dan dirasakan cukup tetapi tidak pernah diupdate dan tidak pernah disesuaikan dengan harga pasar.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved