Datang ke Sambas, Polda Kalbar Paparkan Kondisi Keamanan di Perbatasan

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono menuturkan kedatangannya bersama Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan Pangdam XII

Datang ke Sambas, Polda Kalbar Paparkan Kondisi Keamanan di Perbatasan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, saat memberikan sambutan di malam ramah tamah bersama Pemkab Sambas, di aula Kantor Bupati Sambas, Senin (15/7/2019) malam. 

Datang ke Sambas, Polda Kalbar Paparkan Kondisi Keamanan di Perbatasan

SAMBAS - Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono menuturkan kedatangannya bersama Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Herman Asaribab adalah dalam rangka kunjungan kerja dari forkopimda Provinsi.

Dengan tujuan memantau dan memberikan masukan terkait kesejahteraan dan keamanan di wilayah Sambas.

Selain itu, juga bertepatan dengan memperingati hari jadi Sambas ke-388 dan perpindahan ibukota kabupaten Sambas ke-20.

Didi menyampaikan, Sambas sendiri adalah merupakan daerah kelahirannya yang kebetulan berada di perbatasan. Dan sampai dengan saat ini ia masih mendengar jika ada warga negara yang melintas tanpa di lengkapi dengan dokumen resmi.

“Sambas ini merupakan tempat kelahiran Saya," ujarnya, di kegiatan malam ramah tamah di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Senin (15/7/2019) malam.

Baca: Persija Jakarta Terperosok ke Zona Degradasi Klasemen SHOPEE Liga 1 | Hattrick Marko Simic Sia-sia

Baca: Atbah: Daerah Perbatasan Perlu Perhatian Khusus

Baca: HASIL Liga 1 2019 - Hattrick Marko Simic Gagal Selamatkan Persija dari Pesta Gol Tira Persikabo

"Terkait soal keamanan kabupaten Sambas ini berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia dan hingga saat ini masih didengar adanya warga yang keluar masuk tanpa dokumen, maka kita himbau agar ke perbatasan harus ada dokumen ke Imigrasian,” tuturnya.

Di kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa program Desa Mandiri dan Ketahanan sosial harus dikerjakan bersama-sama dengan aparat Desa.

Hal itu dilakukan dalam rangka mengatasi masalah sosial dengan cara membangun poskamling dengan siskamling yang modern.

Tidak hanya itu, nantinya juga
harus tanggap mengenai ketahanan ekologi baik itu banjir, longsor dan Karhutla.

“Sehingga harus paham bagaimana mendeteksi dini dan cara mengevakuasi menyelamatkan korban. Saat ini ada sekitar 2031 Desa di Kalbar yang akam menjadi Desa Mandiri. Hal ini sangat sejalan dengan gagasan presiden untuk membangunan dari pinggiran," jelasnya.

Di sisi lain, hal yang juga menjadi atensi polri adalah Narkoba. Untuk itu ia mengajak bersama-sama memerangi narkoba Khususnya di Kabupaten Sambas.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved