Cerita Para Orangtua Siswa yang Masih Temani Buah Hatinya di Hari Kedua Masuk Sekolah

Orangtua siswa tampak berdiri di depan kelas, untuk menemani dan melihat anaknya yang baru masuk Sekolah Dasar.

Cerita Para Orangtua Siswa yang Masih Temani Buah Hatinya di Hari Kedua Masuk Sekolah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MUZAMMIL ABRORI
Misder dan sejumlah orangtua murid menunggu anaknya di hari pertama masuk sekolah, Selasa (16/07/2019). 

Cerita Para Orangtua Siswa yang Masih Temani Buah Hatinya di Hari Kedua Masuk Sekolah

KUBU RAYA - Sejumlah orangtua terlihat masih menemani anak mereka di SD Negeri 10, Kecamatan Sungai Kakap, Desa Pal IX, Kubu Raya, saat PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di hari kedua, Selasa (16/07/2019) pagi.

Orangtua siswa tampak berdiri di depan kelas, untuk menemani dan melihat anaknya yang baru masuk Sekolah Dasar.

Menurut Misder selaku orang tua siswa, yang sudah menyekolahkan tiga anaknya di SDN 10 Sungai Kakap, mengaku anaknya masih suka takut, karena teman-teman satu sekolahnya belum kenal semua, jadi untuk sekarang harus ditemani.

"Sekarang ini si adik masih ada rasa takut, karena belum dapat teman, kan. Dan yang lainnya juga belum kenal semua, satu sama lain. Jadi dia untuk sekarang ini minta ditemani dulu lah," ujarnya.

Lain halnya alasan Sari menemani anaknya, karena anak yang masih pemalu.

Baca: SMPN 11 Pontianak Masih Kekurangan Siswa, Buka PPDB Gelombang Kedua

Baca: SMP N 24 Pontianak Kekurang Siswa, PPDB Gelombang Kedua Jadi Harapan

"Dia masih penyesuaian saja. Sekarang-sekarang saya temani dululah, karena ini anaknya masih suka malu-malu," katanya.

Munjirah, selaku Kepala Sekolah SDN 10 Sungai Kakap menambahkan, untuk saat ini masih memberlakukan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), selama tiga hari.

"Saat ini kita masih memberlakukan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), selama tiga hari, sesuai dengan spanduk yang kita pasang didepan sekolah. Jadi sekarang ini orangtua boleh mengantar anaknya sampai lingkungan sekolah, tetapi ini hanya berlaku tiga hari," katanya.

ia juga mengatakan, untuk tahun ajaran 2019-2020 menerima 85 siswa baru.

Baca: Disdik Kota Pontianak Klaim PPDB Gelombang Kedua Berjalan Lancar

Baca: Wali Kota Edi Pastikan PPDB Gelombang II Tak Akan Matikan Sekolah Swasta

"Sebelum PPDB berlangsung, kita sudah bentuk dulu panitia. Setelah kita bentuk panitia, kita mengundang komite, beserta anggota lain. Kemudian kita juga mengundang kepala desa. Itu bertujuan untuk membedah Juknis PPDB yang berkaitan dengan zona dan domisili. Karena pal 9 ini banyak perumahan baru, yang pastinya itu jugakan warga baru, nah takutnya ada pergesekan dengan warga yang sudah lama disini, dengan sistem zonasi tadi," jelas Munjirah

Didalam Juknis disebutkan, untuk warga baru yang belum memindahkan KK nya masih di kota, minimal mereka tinggal didaerah Pal sudah satu tahun. Selain itu, juga harus menunjukkan bukti perpindahan KK. (mg3/Muzammilul Abrori)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved