BPBD Kubu Raya Ambil Tiga Langkah Awal Tangani Kasus Karhutla

Mochtar menjelaskan sejauh ini pihaknya lebih memfokuskan pada program pencegahan karhutla dibandingkan penanganan.

BPBD Kubu Raya Ambil Tiga Langkah Awal Tangani Kasus Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Kepala BPBD Kubu Raya saat menunjukkan video saat Anggota berusaha memadamkan api di wilayah Loncek kabupaten Kubu Raya 

BPBD Kubu Raya Ambil Tiga Langkah Awal Tangani Kasus Karhutla

KUBU RAYA - Kepala BPBD Kubu Raya, Mochtar saat ditemui di ruangannya menanggapi adanya 10 titik panas yang berada di wilaya Kabupaten Kubu Raya, sesuai dengan informasi yang diberikan BMKG melalui pantauan satelit Terra dan Aqua pada Selasa (16/7) pukul 07:00 WIB.

Mochtar menyampaikan pihaknya memang sudah lama memasang status siaga terkait kemunculan titik-titk panas di wilayah Kubu Raya menjelang musim kemarau pada tahun 2019 ini.

“Memang BPBD Kabupaten Kubu Raya sudah memasang status berkenaan per 1 februari 2019 dengan artian bahwa pemerintah Kubu Raya sudah siap dan mengantisipasi ketika bulan-bulan tertentu sesuai data dari BMKG itu di Kubu Raya akan terjadi kering basah yang artianya beberapa waktu akan mengalami kekeringan dan akan diguyur hujan sesekali di berbagai wilayah yang berada di Kubu Raya,” jelasnya.

Baca: Titik Api Muncul di Wilayah Kubu Raya, BPBD Beberkan Penjelasan

Baca: BMKG Pantau 22 Titik Panas Hari ini di Kalbar, Sepuluh Titik di Kubu Raya

Mochtar menjelaskan sejauh ini pihaknya lebih memfokuskan pada program pencegahan karhutla dibandingkan penanganan.

Karena menurutnya pencegahan dapat meminimalisir terjadinya kebakara hutan dan lahan yang ada di Kabupaten Kubu Raya.

“Kami kedepan lebih memperbanyak program pencegahan dariada penanganan kebakaran. Karena program pencegahan ini dari 2016 kemaren sampai 2018 lebih efektif. Karena apa yang dilakukan melalui pencegahan itu kami sesuai dengan aturan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui program yang dalam hal ini diamantakan langsung oleh Bupati Kubu Raya. Kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang memang mata pencaharian dalam memenuhi kehidupannya bercocok tanam," ujarnya.

Sosialisai terpadu yang sudah dilaksanakan diantaranya pada akhir Februari 2019 lalu, Bupati Kubu Raya mengundang seluruh petani, dan memberikan sosialisai tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan kepada petani dan ditindaklanjuti sosialisai di lapangan.

Baca: Pencatatan Perkawinan Kolektif Gratis, Pemkab Kubu Raya Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Baca: Pemkab Kubu Raya Catat Perkawinan Kolektif, Ada yang 11 Tahun Menikah Belum Miliki Akta

“Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya, Kapolres, Dandim dan Dinas Pertanian pada waktu itu juga sudah memberikan penyuluhan bagaimana cara mengolah lahan tanpa membakar. Dinas inilah yang kita harapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, bagaimana melakukan pencegahan agar lahan ini tidak dibakar bila memasuki masa tanam. Dalam waku dekat juga akan diterus dilakukan patroli dan sosialisasi dan apabila sudah terjadi kebakaran maka akan kami lakukan pemadaman itulah yang saat ini dapat kami lakukan,” jelasnya lagi.

Terkait dengan rencana Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan tentang pengadaan sumur bor untuk wilayah yang rawan mengalami karhutla.

Mochtar mengharapkan agar ide tersebut dapat segera terealisasi.

Ditambah dengan kurangnya peralatan yang dimilki BPBD Kubu Raya dalam menangani kasus Karhutla dan kurangnya tenaga dalam pelaksanaanya.

Ia mengharapakan adanya solusi dari pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Baca: Pawai Lintas Etnis di Kubu Raya, Paguyuban Jawa Turut Serta Sebagai Wujud Kecintaan Terhadap Budaya

Baca: Muda-Jiwo Duet Maut di Malam Penutupan Gelar Seni Budaya dan Pameran HUT ke 12 Kubu Raya

“untuk tenaga dan peralatan kita memang masih kurang, maka kami juga mengharapkan kepada pemerintah Kabupaten Kubu Raya nantinya dapat membantu dalam pengadaan peralatan ataupun tenaga. Karena kalau kita mengharapkan dari Pokmas kan tidak setiap saat bisa, anggota Pokmas ini kan juga mempunyai keluarga dan tanggung jawab yang lebih besar tentunya kepada keluarga. Untuk pengadaan sumur bor, kami memang mengharapkan agar ide Bupati Kubu Raya ini dapat segera terealisasi. Sehingga nantinya dapat digunakan untuk membasahi lahan yang rawan ketika tidak terjadi hujan. Secara tidak langsung juga akan mengurasi potensi munculnya titik api di wilayah Kabupaten Kubu Raya ini,” tutur Kepala BPBD Kubu Raya tersebut.

Mochtar juga menyampaikan nantinya jika anggaran untuk penyediaan sumur bor tersebut ada, pihaknya tidak mempermasalahkan akan diberikan kemana anggaran tersebut, asalkan pengadaan sumur bor tersebut dapat terealisasi itu sudah cukup bagi pihaknya. (Marpina Sindika Wulandari)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved