Bank Indonesia Dorong Pariwisata Jadi Sumber Ekonomi Baru di Kalimantan

Jadi di luar itu tahunya soal Borneo yang eksotis bukan sekedar Kalbar, Kaltim, Kalteng begitu. Makanya kita perlu menyusun strategi

Bank Indonesia Dorong Pariwisata Jadi Sumber Ekonomi Baru di Kalimantan
TRIBUN PONTIANAK/ NINA SORAYA
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Korwil Kalimantan Herawanto, bersama Wakil Ketua Sekretariat Tim Pengendali Inflasi Nasional Edi Trio Pambudi dan Sekda Kalbar A L Leysandri saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah TPID se Kalimantan Tahun 2019, di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (16/7/2019). 

Bank Indonesia Dorong Pariwisata Jadi Sumber Ekonomi Baru di Kalimantan

PONTIANAK - Industri pariwisata dianggap akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia tak terkecuali bagi Kalimantan. Ketika sektor komoditas yang menjadi andalan perekonomian nasional semakin terbatas produksinya lantaran dampak melambatnya perekonomian global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Korwil Kalimantan, Herawanto, menjelaskan pariwisata merupakan industri yang terintegrasi makanya perlu dilakukan sinergi semua pihak. Jadi tak sekedar provinsi saja melainkan provinsi dan kabupaten kota.

Baca: PLN Bengkayang Gelar Program Perang Padam Guna Tekan Intensitas Gangguan

Baca: Bank Indonesia-IHLC Dorong Penguatan Industri Halal

“Kalimantan yang dikenal dengan Borneo ini memiliki nilai jual di mata wisatawan internasional. Jadi di luar itu tahunya soal Borneo yang eksotis bukan sekedar Kalbar, Kaltim, Kalteng begitu. Makanya kita perlu menyusun strategi pengembangan pariwisata yang terintegrasi,” ujarnya saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah TPID se Kalimantan Tahun 2019, di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (16/7/2019).

Terkait anggaran minim untuk pengembangan pariwisata, Herawanto, berharap dinas terkait tak berkecil hati. Dia mencontohkan di Banyuwangi yang menjadi kota tujuan wisata, dulunya pariwisata Banyuwangi berbasis komunitas.

“Komunitas yang merupakan masyarakat setempat membuat sesuatu yang unik dan lalu memancing wisatawan untuk datang dan berkembang. Setelah banyak wisatawan masuk maka pemodal akan datang. Jadi masalah bukan anggaran, pemodal akan datang asal potensi nyata,” jelasnya.

Dia menyebutkan pertemuan atau Rakor TPID Kalimantan ini sangat penting karena selain membahas persoalan inflasi, TPID juga memiliki kewajiban bersama untuk mengembangkan sumber baru pertumbuhan ekonomi Kalimantan yang berkelanjutan dan secara berkala melepaskan ketergantungan pada komoditas tertentu.

Sehingga diperlukan upaya atau strategi khusus, salah satunya adalah meningkatkan nilai komoditas melalui hilirisasi atau industrialisasi yang menjadi lokomotif perekonomian daerah.

Baca: VIDEO: Cagah Karhutla, Ini Imbauan Kapolres di Ketapang

Baca: TRIBUNWIKI: Film 99 Nama Cinta Kolaborasi Dengan Sutradara Garin Nugroho

Wakil Ketua Sekretariat Tim Pengendali Inflasi Nasional, Edi Trio Pambudi, mengatakan pariwisata bisnis yang terintegrasi sehingga tak bisa berdiri sendiri. Tak sekedar, satu pihak membangun tempat untuk wisatawan datang melihat pemandangan saja.

“Di situ bisnis kuliner, bisnis transportasi juga ikut andil. Makanya kita rancang pariwisata ini menjadi sumber devisa,” ucapnya.

Namun yang ikut menjadi biang masalah adalah mahalnya harga tiket pesawat. Harga tiket pesawat ini dituding sebagai dalang lesunya sektor pariwisata di tanah air.

Jumlah wisatawan dan okupansi atau tingkat hunian hotel menurun dianggap sebagai dampak mahalnya tarif transportasi udara yang membuat masyarakat enggan bepergian.

“Jika selama ini kan dianggap murah (harga tiket), lalu tiba-tiba menjadi mahal. Itu dampanya luar biasa semua sektor ikut terkena, termasuk sektor pariwisata. Kita tidak ingin seperti itu, makanya pemerintah mengambil langkah seperti penurunan ambang batas atas. Intervensi ini penting karena dampak signifikan. Jadi sekarang masyarakat bisa menikmati diskon harga tiket setiap Hari Selasa, Kamis dan Sabtu dari pukul 10.00-14.00,” papar Edi.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved