Wabup Muhammad Pagi Akui Masih Ada Kendala dalam Upaya Pemberantasan Korupsi di Pemerintahan

Muhammad Pagi juga menyampaikan secara gamblang, kendala-kendala yang dihadapi untuk mencapai indikator-indikator dalam MoU pencegahan korupsi

Wabup Muhammad Pagi Akui Masih Ada Kendala dalam Upaya Pemberantasan Korupsi di Pemerintahan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA' M NURUL ANSHORY
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi (tengah) memimpin rapat monitoring dan evaluasi rencana aksi pemberantasan korupsi bersama Tim Korsupgah KPK RI, Senin (15/7/2019). 

Wabup Muhammad Pagi Akui Masih Ada Kendala yang Dihadapi dalam Upaya Bebas Korupsi di Pemerintahan

MEMPAWAH - Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi mengatakan, upaya dalam pencegahan korupsi telah dilakukan oleh seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) se-kalimantan Barat melalui penandatanganan komitmen bersama antara kepala daerah se-Kalbar, Ketua DPRD se-Kalbar dan KPK RI.

Muhammad Pagi menjelaskan, ada beberapa indikator yang digunakan oleh KPK dalam memantau kesungguhan dari Pemda dalam berupaya dan berkomitmen memberantas korupsi.

"Indikator-indikator tersebut seperti integritas antara E-planning dan E-budgeting, pembentukan unit kerja pengadaan barang dan jasa yang independen, terkait masalah perizinan dan beberapa indikator lainnya," terangnya, Senin (15/7/2019).

Baca: KPK Minta Pemkab Mempawah Komitmen Program Pemberantasan Korupsi

Baca: Libatkan BPSDMD Kalbar dan Perguruan Tinggi, LSP KPK akan Lakukan Sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi

Kendati sudah berusaha semaksimal mungkin dengan segala upaya, Wakil Bupati tak menampik bahwa semua itu masih belum maksimal. Hal itu disebabkan karena infrastruktur dan administrasi yang masih belum memenuhi indikator yang ada.

Muhammad Pagi juga menyampaikan secara gamblang, kendala-kendala yang dihadapi untuk mencapai indikator-indikator dalam MoU pencegahan korupsi beberapa waktu lalu.

"Salah satunya adalah pengelolaan dana desa kita yang masih belum online dan terintegrasi dengan aplikasi yang terdapat pada Dinas Sosial PPAP dan Pemdes, sehingga informasi yang kami dapat belum mencerminkan keadaan yang sesungguhnya," ungkapnya. 

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved