Puluhan Pasutri Ikut Pelayanan Pencatatan Perkawinan Kolektif, Adriansyah: Sudah 4 Kali Digelar

Adriansyah, mengatakan pelayanan pencatatan perkawinan kolektif.............................

Puluhan Pasutri Ikut Pelayanan Pencatatan Perkawinan Kolektif, Adriansyah: Sudah 4 Kali Digelar
TRIBUNPONTIANAK/MADROSID
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kubu Raya, Adriansyah dan Dirgen Administrasi kependudukan, Perus menyerahkan secara simbolis. dokumen kependudukan dengan sistem 4 in 1, kepada masangan muda, di Kantor Disdukcapil Kubu Raya, Jumat (28/7). 

Puluhan Pasutri Ikut Pelayanan Pencatatan Perkawinan Kolektif, Adriansyah: Sudah 4 Kali Digelar

KUBU RAYA -  Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kubu Raya, Adriansyah, mengatakan pelayanan pencatatan perkawinan kolektif terkait HUT Kabupaten Kubu Raya telah empat kali digelar pihaknya.

Andriansyah menyebutkan adanya peningkatan dalam proses pelayanan di tahun 2019. Peningkatan ini berupa penambahan jumlah peserta yakni 82 pasang  suami istri di tahun 2019. Sedangkan di tahun 2018 hanya 55 pasang suami istri.

Pada proses pelayanan pencatatan perkawinan kolektif ini, dari 82 pasang suami istri tersebut terbagi dalam 3 Agama diantaranya ada 64 pasangan suami istri umat Budha, 12 pasang umat Hindhu, dan 6 pasang umat Katolik.

Ke 82 pasang suami istri ini nantinya juga akan mengikuti proses selanjutnya, yakni pencatatan pengesahan anak. Sehingga nantinya status hukum anak dari pasangan suami istri tersebut jelas. 
"Setelah mengikuti proses pencatatan perkawinan, proses selanjutnya adalah pencatatan pengesahan anak sebagai pasangan suami istri yang sah," jelasnya.

Baca: Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemerintahan Janji akan Terus Kawal Proses Pelayanan Publik

Baca: TRIBUNWIKI: UPT Bahasa Untan Akan English Proficiency Olympiad 2019, Daftarkan Dirimu Segera!

Baca: STIK Muhammadiyah Bekerjasama dengan LP3M Untan Gelar Pelatihan Applied Approach Untuk Dosen

Ia juga menyampaikan terlaksananya kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan sejumlah pihak. Seperti Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya, Walubi Kabupaten Kubu Raya, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Kubu Raya.

Kadisdukcapil Kabupaten Kubu Raya, tersebut juga menyampaikan penyebab utama masih banyaknya masyarakat yang belum melakukan pencatatan perkawinan adalah, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencatatan sipil tersebut dalam keberlangsungan kehidupan, untuk keluarga dan terutama anak-anak dari pasangan suami istri itu. Sehingga banyak sekali yang sudah menikah bahkan ada yang hingga 45 tahun tapi belum memiliki buku nikah.

Maka dari itu pihaknya selalu melakukan upaya dengan mendatangi desa-desa yang siap untuk menerima pelayanan pencatatan perkawinan kolektif tersebut. (Marpina Sindika Wulandari)

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved