Menganyam Manik Bisa Jadi Ladang Ekonomi Bagi Masyarakat Sintang

Menganyam merupakan suatu bentuk kerajinan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan orang Dayak. Salah satu bahan yang biasa dianyam

Menganyam Manik Bisa Jadi Ladang Ekonomi Bagi Masyarakat Sintang
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Lomba Manganyam Manik pada Pekan Gawai Dayak ke-VIII Kabupaten Sintang Tahun 2019 bertempat di Rumah Betang Tampun Juah, Sabtu (13/7/2019) kemarin. 

Menganyam Manik Bisa Jadi Ladang Ekonomi Bagi Masyarakat Sintang 

SINTANG - Menganyam merupakan suatu bentuk kerajinan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan orang Dayak. Salah satu bahan yang biasa dianyam, manik-manik. 

Ada banyak aksesoris dalam busana tradisional orang Dayak yang merupakan bentuk kreasi anyaman manik. Pekan Gawai Dayak Sintang tahun 2019 pun menggelar lomba menganyam manik, Sabtu (13/7/2019) kemarin. 

Ada 10 orang peserta yang ikut ambil bagian dalam lomba ini. Mereka berasal dari DAD kecamatan dan juga peserta yang mendaftar perorangan atau umum.

Wakil Bupati Sintang, Askiman mengunjungi lomba menganyam manik, di Betang Tembawai Tampun Juah Sintang. Lomba ini merupakan rangkaian dari Pekan Gawai Dayak Sintang 2019. 

"Anyaman manik itu suatu kerajinan yang sangat luar biasa. Ini juga merupakan sebuah usaha pelestarian seni budaya yang sudah turun-temurun mereka miliki," kata Askiman. 

Baca: Jadwal Tinju Dunia Manny Pacquiao vs Keith Thurman, Siaran Langsung Mulai Jam 08.00 WIB

Baca: Lomba Masak Tradisional Pada Pekan Gawai Dayak ke-VIII Sintang

Baca: Askiman Ajak Masyarakat Dayak Kembangkan Pangkak Gasing Guna Lestarikan Permainan Tradisional

Menurutnya Pemda Sintang sudah mulai melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya di sentra-sentra pariwisata. 

"Kita juga akan menggerakkan desa-desa untuk membina dan melihat ini sebagai salah satu usaha yang bisa dikembangkan guna mensejahterakan masyarakat kita," tutupnya.

Dari 10 peserta tersebut peserta umum mendominasi posisi juara pada lomba ini. Juara 1, Carolina Reni dan juara kedua, Chrismasya Amelia merupakan peserta umum. Hanya, Maria Beata Pemenang yang mewakili DAD, yaitu DAD Ketungau Hilir.

Salah satu juri, Lidya Tondan menyampaikan bahwa pada perlombaan ini dirinya beserta 2 juri lainnya, Bibiana Anuh dan Lusia Hubung menilai teknik anyaman. 

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved