Lomba Masak Tradisional Pada Pekan Gawai Dayak ke-VIII Sintang

Aroma yang menggugah selera menguat memenuhi Ruai, serambi tengah Betang Tembawai Tampun Juah

Lomba Masak Tradisional Pada Pekan Gawai Dayak ke-VIII Sintang
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Lomba Masak Tradisional pada Pekan Gawai Dayak ke-VIII Kabupaten Sintang Tahun 2019 di Rumah Betang Tampun Juah, Sabtu (13/7/2019) kemarin. 

Citizen Reporter
Kasubbag Pemberitaan Humas Setda Sintang
Syukur Saleh

Lomba Masak Tradisional Pada Pekan Gawai Dayak ke-VIII Sintang

SINTANG - Aroma yang menggugah selera menguat memenuhi Ruai, serambi tengah Betang Tembawai Tampun Juah, keramaian terjadi karna sedang berlangsung berbagai jenis lomba dalam rangka Pekan Gawai Dayak Sintang ke VIII tahun 2019, Sabtu (13/7/2019) kemarin.

Lomba kuliner tradisional salah satunya. Ada 7 tim yang ikut serta, masing-masing 2 orang.
Wakil Bupati Sintang, Askiman hadir mengamati jalannya perlombaan.

Askiman menyatakan rasa bangganya pada para peserta atas keikutsertaan mereka dalam memeriahkan acara Pekan Gawai Dayak Sintang, karna keberadaan peserta menjadikan kegiatan PGD semakin beragam.

"hanya saja saya itu kurang puas dengan lomba memasak ini karena menurut saya kekhasan setiap daerah setiap Kampung menjadi hilang oleh karena ditentukan bahan baku yang dimasak," kata Askiman.

"Contoh di ketungau itu terkenal dengan masakan rebusan pisang muda, sementara barang itu nggak bisa dicampur dengan ikan harus daging yang lain. jadi masakan khas dari ketungau itu tidak bisa ditampilkan dalam lomba ini, padahal itu adalah yang benar-benar khas di ketungau," katanya lagi.

Baca: Buka Kegiatan Seleksi Penerima Beasiswa D-IV Polbangtan, Asisten II Setda Sintang

Baca: Askiman Ajak Masyarakat Dayak Kembangkan Pangkak Gasing Guna Lestarikan Permainan Tradisional

Baca: RAMALAN ZODIAK Sehat Senin 15 Juli 2019, Jangan Takut Perubahan Libra, Gemini Siap Ambil Keputusan

Askiman menyayangkan juga kreativitas memasak yang masih menggunakan bahan-bahan yang non tradisional.

Menurutnya, bahan dasar bumbu dan juga sayur sayur pendamping untuk dihidangkan itu juga merupakan sayur-sayur yang dari kampung.

"Pemerintah memberikan dorongan untuk upaya-upaya pelestarian seperti ini. Misalnya kita bisa buka kios yang isinya masakan masakan dari berbagai daerah di Sintang yang khas menunya, contoh rebus pisang, sambal cekalak," katanya.

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved