Bermain Dalam Film Bertajuk Toleransi, Ini Pelajaran yang Didapat Ronald Febrian

Berjudul "Untukmu Agamamu Untukku lah Agamaku" film ini menceritakan tentang arti toleransi serta tidak mudah mempercayai berita yang tidak jelas

Bermain Dalam Film Bertajuk Toleransi, Ini Pelajaran yang Didapat Ronald Febrian
ISTIMEWA
Ronald Febrian yang saat ini duduk di kelas XII IPA 1 yang berperan sebagai Ronald. 

Bermain Dalam Film Bertajuk Toleransi, Ini Pelajaran yang Didapat Siswa SMAN 3 Singkawang Ronald Febrian

SINGKAWANG - Kota Singkawang telah mendapatkan predikat sebagai kota Tertoleran se Indonesia, dengan Predikat tersebut, siswa dan guru SMAN 3 Kota Singkawang terinsipirasi dan membuat sebuah film Pendek yang menceritakan tentang toleransi yang terjalin di Sekolah yang terletak di Jalan Pahlawan, Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah.

Berjudul "Untukmu Agamamu Untukku lah Agamaku" film ini menceritakan tentang arti toleransi serta tidak mudah mempercayai berita yang tidak jelas kebenarannya.

Ronald Febrian yang saat ini duduk di kelas XII IPA 1 yang berperan sebagai Ronald menyampaikan bahwa dirinya dalam film ini dirinya berperan sebagai siswa beragama katolik yang acuh tak acuh, dan gampang tersulut emosi.

"Saya disini berperan sebagai orang yang cenderung cuek dengan keadaan, dan disini saya juga tidak memusingkan akan perbedaan,"tuturnya.

Baca: Kisah Toleransi Beragama di Balik Film Karya Siswa SMAN 3 Singkawang

Baca: Profil Singkat SMAN 3 Singkawang, Sekolahnya Ghea Idol

Dalam film ini, ia menjadi seseorang yang di tuduh berbuat tidak baik oleh teman - temannya hanya karena kesalahpahaman yang di sebabkan karena ada siswa lain yang menyebarkan informasi yang tidak utuh, yang kemudian menyebar menjadi berita bohong.

Ia menyampaikan bahwa hal yang paling sulit dalam berperan dalam film ini yakni mendapatkan rasa dan mendalami karakter Ronald, walaupun di akuinya karakter umum dari Ronald ada kemiripan dengan dengannya.

"Yang paling sulit itu dapatin rasanya, karena dalam film inikan bukan hanya membaca teksnya, dan karakternya tidak bertolak belakang, dengan film nya juga nyambung,"terangnya.

Dari film ini, dirinya belajar, bahwa tidak boleh terlalu cepat menilai apa yang didengar dari orang lain, dan harus mengecek kebenaran informasi secara tenang dan tidak mengedepankan emosi.

Baca: Goes To School di SMAN 3 Singkawang, Polres Singkawang Sasar Siswa Tertib Berlalu Lintas

Baca: Puluhan Pelajar Daftar PPDB di SMAN 3 Singkawang

Dirinya pun berperan kepada masyarakat, kaula muda khususnya untuk selalu menjaga toleransi di masyarakat.

"Jangan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu yang tidak jelas, dan yang terpenting adalah toleransi, toleransi antar agama, kita di Indonesia, tentunya di Singkawang juga banyak agama, banyak suku, tas serta budaya, jadi kita harus selalu toleransi antara masyarakat,"pesannya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved