Breaking News:

Wacana Pemekaran Ketapang, Ini Kata Pengamat FISIP Untan

Ada beberapa catatan menarik dari analisanya terkait wacana itu, termasuk soal rencana pemekaran wilayah Kalbar menjadi tiga provinsi baru.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Anggota timsel I untuk calon Komisioner KPU Sanggau dan Kubu Raya, Jumadi 

Wacana Pemekaran Ketapang, Ini Kata Pengamat FISIP Untan

PONTIANAK - Pengamat Politik yang juga akademisi Universitas Tanjungpura, Dr Jumadi, menanggapi wacana pemekaran Kabupaten Ketapang menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).

Ada beberapa catatan menarik dari analisanya terkait wacana itu, termasuk soal rencana pemekaran wilayah Kalbar menjadi tiga provinsi baru. 

Berikut pemaparannya, Minggu (14/07/2019): 

"Saya kebetulan salah satu tim grand desain pembentukan daerah otonomi baru sampai tahun 2025.

Jadi memang dalam rancangan grand desain pembentukan daerah otonomi baru, pemekaran Kabupaten kemudian tiga Provinsi di wilayah Kalbar salah satunya selain Kapuas Raya berada di daerah Selatan yang meliputi Kayong Utara dan Ketapang.

Baca: Pemekaran untuk Ketapang, Bupati Sebut Telah Lakukan Uji Kelayakan

Baca: Bupati Martin Rantan Singgung Pemekaran Provinsi Baru di Ketapang

Tapi persyaratan UU minimal lima kabupaten baru bisa dibentuk satu provinsi, oleh karena itu perlu dipersiapkan secara matang agar Kabupaten Ketapang dimekaran paling tidak tiga Kabupaten dan satu kota, sehingga menjadi lima jika dengan Kayong Utara sebagai syarat terbentuknya.

Kayong Utara tidak mungkin dimekarkan lagi, tapi Ketapang dimungkinkan untuk dimekarkan menjadi tiga Kabupaten. Kalau ini terbentuk, persyaratan kewilayahan terpenuhi.

Ya memang ini tergantung komitmen pemda untuk memekarkan, walaupun memang sekarang ada moratorium, jadi proses memekarkan wilayah tidak semudah memutar balikan telapak tangan.

Tapi upaya secara politik harus ditempuh sehingga keinginan grand desain termasuk keinginan masyarakat dapat terbentuk, entah misalnya 10 tahun kan tidak menutup kemungkinan,". (dho)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved