Smartwomen

Sosok Devi Andriani, Gadis Cantik Si Peraih IPK Tertinggi di Jurusan Teknik Mesin Polnep

Devi Andriani merupakan mahasiswi Politeknik Negeri Pontianak yang mengemban pendidikannya di Teknik Mesin Prodi D4 Mesin Konversi Energi.

Sosok Devi Andriani, Gadis Cantik Si Peraih IPK Tertinggi di Jurusan Teknik Mesin Polnep
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MAUDY ASRI GITA UTAMI
Devi Andriani, Gadis Cantik Si Peraih IPK Tertinggi di Jurusan Teknik Mesin Polnep, berpose saat dijumpai beberapa waktu lalu 

Sosok Devi Andriani, Gadis Cantik Si Peraih IPK Tertinggi di Jurusan Teknik Mesin Polnep 

PONTIANAK - Menjadi mahasiswi tehnik bagi seorang wanita memang bukan hal mudah. Banyak tantangan dan rintangan yang akan dihadapi dalam mengemban tugas yang diberikan. 

Namun, tidak bagi sosok wanita satu ini. Ia berhasil mematahkan stigma buruk yang beredar bagi orang-orang awam yang tidak bergabung di dalam tehnik tersebut. 

Devi Andriani merupakan mahasiswi Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) yang mengemban pendidikannya di Teknik Mesin Prodi D4 Mesin Konversi Energi. 

Tidak sulit baginya dalam melahap setiap mata kuliah.

Mahasiswi semester akhir inipun berhasil menjadi mahasiswi wanita cantik nan cerdas yang meraih IPK 3,6 tertinggi di jurusannya. 

Baca: Ketua BEM Polnep Dukung Larangan Kemasan Plastik Sekali Pakai di Kampus, Siap Bantu Sosialisasi

Baca: Kantong dan Kemasan Plastik Sekali Pakai Kini Dilarang di Kampus Polnep

Ia sendiri mengaku bahwa Devi sudah terbiasa belajar dan mematuhi setiap tugas dari dosennya karena semasa sekolah ia tidak pernah melupakan pelajaran-pelajaran dari para gurunya. 

"Saat SMA saya mulai terbiasa untuk terus berkomitmen dalam belajar, ya karena di MAN 2 Pontianak teman-teman sekelas sudah banyak yang menjadi juara di setiap olimpiade. Saya juga termotivasi dari mereka  yang giat untuk selalu belajar hingga sampai saat ini," imbuhnya. 

Terlepas dari itu, beragam penghargaan juga sangat banyak ia dapatkan. Ia pernah meraih juara kelas berprestasi mulai dari juara satu hingga tiga, kemudian penghargaan BIMTEK perizinan PLTN ,dari BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) pada tahun ini dan sekaligus penghargaan sertifikasi SMAW(Shielded Metal Arc Welding) 01 tahun 2019.

Devi juga merupakan mahasiswi yang sangat antusias dalam mengikuti pelajaran, ia sendiri memberikan tips belajar bagi adik-adik kelas agar selalu semangat dalam menempuh pendidikan. 

Baca: BEM Polnep Jadwalkan Kunjungan Kerja dan Silaturahmi Ke Perguruan Tinggi di Kabupaten Ketapang

Baca: Sukses Berorganisasi, Ketua UKM Seni Polnep Raih IPK 3.97

"Belajar itu memang sulit bagi kita yang malas. Namun jika kita ingat kembali perjuangan orangtua, menguliahkan hingga sampai selesai rasanya sia-sia jika tidak ada kebanggan yang bisa kita beri kemereka. Saya cuma ingat, dibalik kesulitan yang dihadapi saat belajar masih ada lagi perjuangan yang sesungguhnya akan kita hadapi. Jadi belajar itu penting, demi masa depan dan juga ilmu yang bermanfaat bagi kita," ungkapnya. 

Dalam kuliahnya, Devi juga aktif di organisasi jurusan. Ia pernah menjabat sebagai ketua divisi HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). Rintangan dan kendala yang ia hadapi saat belajar tentu adalah mengalahkan rasa takut.

Di tehnik, walaupun kamu seorang wanita, kamu harus bisa mengalahkan rasa takutmu tanpa melupakan kodratnya. Bahkan pandangan buruk jika wanita yang berkuliah di tehnik sering diremehkan bisa ia buang melalui prestasi semester. 

"Akhir semester lalu, Devi mendapatkan IP Semester 3,8, cuma ya sampai sekarang masih banyak yang harus diperbaiki, seperti penyusunan skripsi dan mempersiapkan diri untuk ujian semester dan menyelesailan tugas-tugas dari dosen," sambungnya. 

Ia mengatakan, jangan pernah malas dalam mengerjakan tugas dari dosen. Sampai ditumpuk berhari-hari. Karena Polnep adalah kampus yang tegas dan disiplin dalam belajar mengajar. 

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved