Inilah Cara Kreatif Ajarkan Pengelolaan Keuangan Pada Anak
Mengajarkan anak sedari dini tentang mengelola keuangan ternyata sangat penting, tetapi harus menggunakan metode yang menyenangkan
Penulis: David Nurfianto | Editor: Tri Pandito Wibowo
Inilah Cara Kreatif Ajarkan Pengelolaan Keuangan Pada Anak
PONTIANAK - Mengajarkan anak sedari dini tentang mengelola keuangan ternyata sangat penting, tetapi harus menggunakan metode yang menyenangkan agar anak bisa belajar dengan baik sambil bermain.
Dikutip dari Kompas.com, "Setiap orang belajar dengan cara yang unik. Ketika mengajarkan tentang keuangan pada anak-anak, penting bagi Anda untuk merengkuh semuanya," terang Shara Nadler, pendiri iPiggiBank, sebuah organisasi yang fokus pada pengajaran keuangan bagi anak-anak seperti dikutip dari Forbes.
Nadler pun memberikan 4 cara kreatif yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan keuangan pada anak, berikut penjelasannya.
1. Koneksi dengan cerita
Caranya, anak diajak membaca buku bersama-sama yang mengandung pelajaran keuangan. Kemudian, anak bisa diajak berdiskusi terkait mengapa karakter tertentu membuat keputusan keuangan spesifik dan apakah anak setuju dengan keputusan itu. Menggunakan buku ketika mengajarkan anak tentang uang membuatnya semakin relevan baginya. Sebab, anak dapat terhibur dan dapat terlibat dengan karakter yang ada.
2. Kegiatan bersama
Anak dan orang tua atau kakak maupun adik dapat terlibat di dalam percakapan aktif tentang saat-saat di mana mereka memperoleh uang atau contoh-contoh tujuan menabung. Ini menunjukkan kepada anak bahwa setiap orang memiliki keunikan dan apa yang berhasil pada seseorang bisa berbeda pada orang lain.
Percakapan semacam ini pun dapat membantu anak mengembangkan perilaku keuangan yang sehat dan belajar untuk tidak menilai buruk terhadap perbedaan.
Baca: TRIBUNWIKI: Berada di Tepian Sungai Mempawah, Ini Akses Penghubung ke Masjid Ussisa Alataqwa
Baca: TRIBUNWIKI: Gelang Tongang Kepercayaan Adat Warga Desa Sekukun Untuk Tolak Bala
Baca: TRIBUNWIKI: Daftar Pembangunan Jalan & Jembatan yang Dibangun Midji di 14 Kabupaten Sepanjang 2019
3. Kegiatan seni
Anak diberikan buku aktivitas berisi sejumlah kegiatan dan permainan. Menurut Nadler, meski fokus aktivitas ini tidak secara spesifik terkait seni, namun beberapa anak mungkin tak nyaman menuliskan tujuan menabung mereka atau konsep keuangan lainnya.
Sehingga, kegiatan ini memberi kesempatan bagi anak untuk mengekspresikan diri melalui seni. Sediakan pensil, spidol, krayon, gunting, majalah, dan lem bagi anak untuk memungkinkan dia belajar dan berkomunikasi dengan cara yang paling nyaman baginya.
4. Permainan eksperimental
Ketika anak telah belajar tentang menabung, belanja, menyusun anggaran, dan tujuan keunagan, mereka harus mengimplementasikan semua pengetahuan itu. Ajaklah anak belanja di minimarket atau pasar swalayan.
Beri sejumlah uang untuk dibelanjakan oleh anak, namun jangan terlalu banyak. Sebelum belanja, pastikan anak menyusun daftar belanjaan sehingga dia bisa merencanakan apa yang ingin dibeli.
Cara ini mengajarkan anak untuk belanja secara cermat dan cerdas. Pun cara ini serupa dengan yang harus dilakukan oleh orang dewasa. Orang dewasa tidak boleh begitu saja pergi ke toko dan membeli apapun yang mereka mau. Mereka harus membuat rencana, menyusun daftar, dan mempertimbangkan anggaran, serta prioritas.