Tindak Tegas Pemain Layangan, Edi Rencanakan Revisi Perda Tibum

Pemerintah Kota Pontianak secara tegas rutin menertibkan para pemain layangan dengan kawat dan tali galasan di Kota Pontianak

Tindak Tegas Pemain Layangan, Edi Rencanakan Revisi Perda Tibum
GRAFIS TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DIKA
MAUT Tali Layangan, Bocah SD Tewas Saat Tolong Adiknya hingga Niat Baik Agustami Berujung Kematian 

Tindak Tegas Pemain Layangan, Edi Rencanakan Revisi Perda Tibum

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak secara tegas rutin menertibkan para pemain layangan dengan kawat dan tali galasan di Kota Pontianak, karena dinilai sangat membahayakan keselamatan orang banyak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan sebagai upaya memberikan efek jera terhadap para pemain layangan yang bermain di tengah pemukiman penduduk, pihaknya akan merevisi perda ketertiban umum (tibum) yang berlaku saat ini.

Menurutnya selama ini, perda yang mengatur sanksi tipiring pada pemain layangan denda masih relatif kecil untuk denda minimum.

"Didalam perda Tibum tersebut memang menerangkan soal sanksi maksimum dengan denda Rp 50juta dan subsider kurungan tiga bulan. Ke depan kita akan revisi untuk denda minimumnya," ujarnya Sabtu (13/7/2019).

Baca: Klasemen Liga 2 Wilayah Barat, Hasil & Jadwal Liga 2 Minggu ! Cek Persita, PSMS Medan dan Sriwijaya

Baca: BIG MATCH PANAS Shopee Liga 1! PSS Vs Persebaya Hanya di Indosiar Sabtu 13 Juli 2019 Jam 18.30 WIB

Baca: HASIL AKHIR LIGA 2 PSGC Ciamis Vs Persiraja, Drama 5 Gol Benamkan Tuan Rumah di Dasar Klasemen

Baca: TNI Bantu Tenaga Pendidik Kenalkan Lingkungan Sekolah

Baca: Klasemen dan Hasil Liga 2 Sabtu 13 Juli, Persita Digdaya Atasi Sriwijaya FC, Persiraja Merangsek

Edi menuturkan direncanakan untuk denda minimum yang akan diberlakukan bagi para pemain layangan yang terjaring razia satpol PP sebesar Rp 1juta, sehingga paling tidak itu bisa memberikan efek jera.

"Agar bisa tertib memang harus ada sanksi tegas yang bisa memberikan efek jera, agar mereka tidak lagi kucing-kucingan dengan petugas," ujarnya.

Meski demikian, mengenai realisasi revisi perda tersebut masih akan melewati proses kajian secara hukum dan pembahasan dan persetujuan dari DPRD Kota Pontianak.

"Kita ingin benar-benar mereka jera. Jika tidak sanggup membayar denda maka akan dikenakan hukuman kurungan badan. Misalnya denda Rp 50juta setara dengan kurungan 3 bulan," ujarnya.

Menurutnya masyarakat kota pontianak akan setuju dengan rencana revisi perda tersebut agar kota pontianak dapat benar-benar tertib.

Sebagai langkah awal sebelum perda tersebut di revisi, pemkot akan proaktif melakukan patroli dan penertiban jika ada laporan dari masyarakat.

"Kalau ada laporan dari tim pol PP akan turun menertibkan dan sita seluruh peralatan bermain layangan," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved