Tenaga Kerja Ilegal

Disperindagnaker: Alasan PT Wika Pekerjakan Tenaga Asing Karena SDM Lokal Tak Memadai

Kabid Tenaga Kerja, Ya' Helmizar menjelaskan tugas mereka adalah memberikan pembinaan, bagi pekerja asing yang tidak melengkapi surat-menyurat

Disperindagnaker: Alasan PT Wika Pekerjakan Tenaga Asing Karena SDM Lokal Tak Memadai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Kabid Tenaga Kerja dari Disperindagnaker Kabupaten Mempawah, Ya Helmizar saat di jumpai di Kantornya. Selasa (08/05/2018) 

Disperindagnaker: Alasan PT Wika Pekerjakan Tenaga Asing Karena SDM Lokal Tak Memadai

MEMPAWAH - Terkait dugaan adanya 30 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang diduga bekerja secara ilegal tanpa mengantongi RPTKA dan notifikasi dari kementerian di pembangunan Terminal Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, Disperindagnaker Kabupaten Mempawah melalui Kabid Tenaga Kerja, Ya' Helmizar menjelaskan tugas mereka adalah memberikan pembinaan, bagi pekerja asing yang tidak melengkapi surat-menyurat tidak boleh bekerja, kalau sudah lengkap silahkan kembali bekerja.

Kemudian dia mengatakan, terkait nota peringatan yang telah dikeluarkan oleh pengawas tenaga kerja, mirip seperti surat peringatan (SP). Sesuai aturannya sebelum lewat dari batas waktu yang ditentukan pihak yang diberi surat harus segera melengkapi berkasnya.

"Jadi tidak langsung di deportasi, akan ada proses disitu sebelum para TKA di deportasi," ucapnya.

Dia menambahkan, sesuai dengan nota dari pengawasan tenaga kerja, jika disitu sudah dinyatakan bahwa mereka tidak memiliki ijin kementerian, maka mereka dipastikan bekerja secara ilegal.

"Di awal sebelum pembangunan pelabuhan itu, kita sudah melakukan pertemuan dengan subkon-subkon PT Wika baik itu yang mempunyai TKA maupun tidak, disitu kita sudah sampaikan syarat-syarat sesuai peraturan tenaga kerja mulai dari ijin kementerian, BPJS ketenagakerjaan dan sebagainya," tuturnya.

Baca: 30 TKA di Pembangunan Terminal Kijing Dipastikan Belum Kantongi Ijin Bekerja

Baca: Desas-desus Menteri Kabinet Jilid II, Peneliti CSIS Arya Fernandes Sarankan Ini ke Presiden Jokowi

Baca: INDONESIA OPEN 2019 - Praven/Melati Naik Peringkat, Menunggu Kejutan Tontowi/Winny

Sebelum ada pemeriksaan dari pengawas, Helmizar mengatakan saat itu sudah konfirmasi ke perusahaan terkait, termasuk PT Geotekindo dan PT Mutiara Indah yang mempekerjakan TKA di darat itu dan mereka sudah memiliki notifikasi.​

Untuk PT Hsing Loong Indonesia, Helmizar tak menampik bahwa ketika itu perwakilan dari perusahaan tak dapat ditemui, sehingga Dinas Tenaga Kerja berkoordinasi dengan PT Wika.

"PT Hsing Loong Indonesia itu undokumen, atau tidak lengkap dokumennya, sampai sekarang mereka belum menyerahkan dokumen ijin kementrian tenaga kerja kepada kita, makanya muncullah temuan TKA ilegal itu," ungkapnya.

Lagipula, jika ditanya berkaitan dengan ijin tenaga kerja, kata Helmizar, pihaknya hanya melakukan pembinaan saja, terkait perijinan semuanya diurus di pusat oleh perusahaan masing-masing.

Halaman
12
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved