Polisi Belum Terima Laporan Warga Korban Pemalsuan Dokumen Berkedok Aplikasi Travel Online

"Belum ada laporan dari warga ke pihak kami. Seharusnya apabila masyarakat sudah merasa menjadi korban, langsung melapor agar kami bisa mengusut,"

Polisi Belum Terima Laporan Warga Korban Pemalsuan Dokumen Berkedok Aplikasi Travel Online
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Sekitar 50 warga di RT 01 RW 10 Jl. Kom Yos Sudarso Gang Alpokat Indah 5 Kelurhan Sungai Beliung Kecamatan Pontianak Barat, merasa menjadi korban penipuan, oleh oknum yang mengatasnamakan sebuah aplikasi travel perjalanan. Warga kemudian berkumpul di rumah ketua RT yakni M. Yohanes untuk mengadukan hal tersebut, Rabu (10/7) malam. Kedatangan warga kermuah ketua RT tersebut untuk melaporkan atau mencari solusi atas peristiwa yang dialami oleh warga.  

Polisi Belum Terima Laporan Warga yang Menjadi Korban Pemalsuan Dokumen Berkedok Aplikasi Travel Online

PONTIANAK - Hingga siang ini, Jumat (12/7) belum ada laporan yang diterima oleh pihak kepolisian terkait kasus pemalsuan dokumen yang dialami oleh puluhan warga di Pontianak Barat.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Pontianak Barat Kompol Abdullah, saat ditemui Tribun. 

Seperti diketahui, puluhan warga di Gang Alpokat Indah 5 RT 01 RW 18 merasa tertipu oleh oknum yang mengatasnamakan aplikasi travel online untuk mengambil data dari KTP warga yang diduga disalahgunakan, sehingga puluhan warga tersebut mendapat tagihan sekitar Rp. 8 Juta dari pihak bank. 

"Belum ada laporan dari warga ke pihak kami. Seharusnya apabila masyarakat sudah merasa menjadi korban, langsung melapor agar kami bisa mengusut kasus tersebut," ujarnya, Jumat (12/7/2019).

Baca: Limpahkan ke Polresta Pontianak, Kapolsek Beberkan Kronologi Kasus Penipuan Berkedok Poin Traveloka

Baca: Kasus Penipuan Berdalih Agen Travel, Pengamat Minta Semua Pihak Perlu Waspada dan Hati-hati

Akan tetapi, kata dia, pihaknya sudah mengetahui adanya peristiwa tersebut. Namun untuk mengusut sipa oknum tersebut dan tujuan yang dilakukan, tentu pihaknya masih menunggu laporan dari masyarakat. 

Kendati demikian, pihaknya juga telah beberapa kali mendatangi warga setempat untuk mengetahui lebih detail tentang kasus yang menimpa para warga. 

"Kita sudah datangi juga pak RT setempat, dan menurut keterangan nya bahwa ada sekitar kurang lebih 100 orang yang diduga menjadi korban kasus ini," ungkap Abdullah. 

Baca: Puluhan Warganya Jadi Korban Penipuan Pemalsuan Dokumen, Ini Penjelasan Ketua RT

Baca: Dugaan Penipuan dari Travel Online, OJK: Harusnya Korban Langsung Lapor Polisi

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang telah merasa menjadi korban, agar segera membuat laporan ke pihak polisi, agar bisa di proses dan ditindak lanjuti. 

Selain itu, kepada seluruh masyarakat ia mengimbau agar tidak mudah percaya kepada seseorang yang meminta kartu indentitas dengan iming-iming mendapat imbalan. Karena, kata dia, kartu indentitas sangat bahaya apabila disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

"Masalah kebenarannya harus bertanya dulu jangan cepat percaya saja, karena akan merugikan diri sendiri dan orang banyak. Jangan tergiur dengan iming-iming imbalan. Untuk laporan resmi, kita masih menunggu dari warga, karena di Polresta juga belum ada laporannya," pungkasnya.
 

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved