PDAM Sanggau Tak Pernah Naikan Tarif, Andriyus Wijaya: Harga Per Kubik Rp 2.500 untuk Rumah Tangga

Akan segera kami tindaklanjuti untuk tera ulang supaya pelanggan juga tidak dirugikan

PDAM Sanggau Tak Pernah Naikan Tarif, Andriyus Wijaya: Harga Per Kubik Rp 2.500 untuk Rumah Tangga
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Direktur PDAM Tirta Pancur Aji Kabupaten Sanggau, Yohanes Andriyus Wijaya SE 

PDAM Sanggau Tak Pernah Naikan Tarif, Andriyus Wijaya: Harga Per Kubik Rp 2.500 untuk Rumah Tangga

SANGGAU - Direktur PDAM Tirta Pancur Aji Kabupaten Sanggau, Yohanes Andriyus Wijaya menyampaikan, Saat ini pihaknya sudah menggunakan aplikasi dan pola foto dalam menghitung meteran pelanggan PDAM.

"Bulan lima misalnya kita foto, bulan enam juga kita foto. Dari selisih antara bulan lima dan enam itu kan pasti angkanya nambah. Jadi angka meteran bulan enam akan dikurangi meteran bulan lima, itulah pemakaian realnya yang harus dibayar pelanggan,"kata Yohanes Andriyus Wijaya, Kamis (11/7/2019).

Dan apabila, lanjut Andre sapaan akrabnya, pelanggan merasa keberatan dengan hasil hitungan petugas, masyarakat bisa mengajukan komplain ke PDAM melalui bagian hubungan pelanggan.

"Nanti kita cek lagi ke lapangan dan kita tera ulang. Karena memang meteran kita ini usianya sudah banyak yang di atas lima tahun dan sudah mestinya diganti. Kalau pelanggan merasa keberatan, silakan nanti hubungi kami. Akan segera kami tindaklanjuti untuk tera ulang supaya pelanggan juga tidak dirugikan,"tegas Yohanes Andriyus Wijaya.

Baca: Gidot: Kita Harus Bersama-sama Memajukan Budaya Lokal Sebagai Aset Budaya Nasional

Baca: Festival Budaya Dayak ke-1 Kalbar Ditutup, Ini Pesan Yang Disampaikan Ketua Panitia Neneng:

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menaikan tarif, karena kenaikan tarif hanya ada persetujuan pemilik dalam hal ini adalah Pemerintah Daerah yang diwakili oleh Bupati.

"Yang jelas ini disebabkan pola cara membaca meteran. Selama ini ya mohon maaf petugas kami jarang ke lapangan, bahkan mungkin tidak ke lapangan. Jadi mereka tidak melihat meteran sehingga pemakaian real pelanggan tidak tercatat. Istilahnya tebak-tebakan atau dikira-kiralah hanya menggunakan asumsi diatas meja,"ujarnya.

Akibatnya, lanjut Andre membuat tagihan PDAM terkesan murah.
Misalnya si A ini dibuatlah 20, bulan berikutnya 20 dan begitu terus hingga belasan tahun.

"Dan memang pelanggan merasa nyaman dengan kondisi itu, tetapi dampaknya akan sangat merugikan PDAM itu sendiri sehingga wajar pendapatan PDAM tidak pernah meningkat. Bagaimana kita mau meningkatkan pelayanan kalau selama ini pemasukan PDAM tidak sesuai pemakaian, "tegasnya.

Andre menjelaskan, selama ini harga perkubik untuk rumah tangga sebesar Rp2.500. "Satu kubik itu 1000 liter, itukan sangat murah,"jelas  Yohanes Andriyus Wijaya .

Halaman
12
Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved