Oknum Catut Nama Pejabat Kejari Pontianak Manfaatkan Kasus Tipikor

Kita profesional, tidak ada namanya di Kejari Pontianak untuk mencari kesempatan ke masyarakat untuk meminta-minta itu tidak ada

Oknum Catut Nama Pejabat Kejari Pontianak Manfaatkan Kasus Tipikor
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Kasi Pidum Kejari Pontianak, Agus Sastrawan 

Oknum Catut Nama Pejabat Kejari Pontianak Manfaatkan Kasus Tipikor

PONTIANAK - Oknum tak bertanggung jawab mencatut beberapa nama pejabat di Kejaksaan Negeri Pontianak terkait kasus pidana korupsi yang berhasil diungkap Kejari. Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Pidum Kejari Pontianak, Agus Sastrawan.

Ia mengatakan, nama-nama pejabat Kejari Pontianak yang dicatut adalah Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Kepala Seksi Pidana Khusus, Juliantoro dan Kepala Intelejen Kejari Pontianak, Raden Ahmad Yani.

"Saya diminta oleh pak Kajari untuk memberikan klarifikasi keterangan terkait dengan adanya oknum-oknum yang mencatut nama pimpinan kita dan teman-teman kita di sini," ujarnya, Jumat (12/7).

Baca: Nama-nama 11 Perwira Aktif Polri yang Dinyatakan Lolos Seleksi Capim KPK, Wakapolda Kalbar Termasuk

Baca: Pembalap Sepeda Kalbar Tebar Optimisme di Pra PON

Agus menjelaskan, saat ini Kejari Pontianak tengah menangani beberapa kasus Tipikor, di antaranya perubahan nama rekening bank Kalbar dari nama rekening Dewan Pembina Fakultas Kedokteran Untan menjadi Indra Saputra, kasus tipikor tersangka Zulfadli, Hersan, klaim asuransi Jasindo serta dana KUR yang beberapa waktu lalu terungkap.

Selama proses penanganan kasus-kasus oleh Kejari Pontianak, ada oknum-oknum yang berusaha mencari keuntungan pribadi dengan cara mencatut nama-nama pejabat di Kejari.

"Kita profesional, tidak ada namanya di Kejari Pontianak untuk mencari kesempatan ke masyarakat untuk meminta-minta itu tidak ada," tegas Agus Sastrawan..

Agus menambahkan, oknum-oknum ini menghubungi masyarakat hingga pejabat Pemkot Pontianak dan Pejabat Pemprov Kalbar untuk meminta-minta sesuatu yang menjadi kepentingan pribadinya.

Oknum ini, dicurigai Agus sebagai upaya agar penanganan kasus Tipikor yang ditangani Kejari tidak berjalan dan tersangka yang sudah memiliki hukum tetap tidak diburu dan dieksekusi.

"Ada beberapa telepon yang masuk dari luar, yang mengatasnamakan pimpinan kami ke masyarakat dan Pemkot dan Pemrov untuk meminta. Ini upaya agar kasus tidak berjalan supaya DPO tidak ditangkap dan dieksekusi Kejari," kata Agus Sastrawan.

Baca: 6 Sengketa PHPU Pileg Telah Disidangkan

Dirinya menegaskan bahwa Kejari Pontianak sudah komitmen dan akan bekerja profesional serta transparan dalam menangani kasus apapun. Termasuk yang saat ini sudah diungkap oleh Kejari.

"Karena Kejari komit mengangkat Marwah kejaksaan," tegasnya.

Apalagi, tambah dia, Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak saat ini merupakan seorang putra daerah yang lahir dan tumbuh besar di kota Pontianak.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat, jika mendapatkan isu-isu yang beredar mengatasnamakan pimpinan di Kejaksaan Negeri Pontianak untuk datang langsung mengklarifikasi kebenaran hal tersebut.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved