Limpahkan ke Polresta Pontianak, Kapolsek Beberkan Kronologi Kasus Penipuan Berkedok Poin Traveloka

Penanganan perkara ke Polresta Pontianak, karena LP kita serahkan ke Polresta Pontianak

Limpahkan ke Polresta Pontianak, Kapolsek Beberkan Kronologi Kasus Penipuan Berkedok Poin Traveloka
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Puluhan warga saat mendatangi rumah M Yohanes Ketua RT 01/RW 18 di Jalan Kom Yos Sudarso, Kelurahan Sui Beliung, Kecamatan Pontianak Barat 

Hafiz yang aslinya berprofesi sebagai pekerja swasta, tercantum di data OJK tersebut sebagai seorang guru.

Merasa ada yang aneh, ia baru mengingat bahwa ia pernah menyerahkan data KTP kepada seseorang yang mengaku dari agen travel perjalanan berbentuk aplikasi, yaitu Traveloka.

Traveloka Membantah

Terkait adanya kasus penipuan dan pemalsuan dokumen milik puluhan warga Pontianak Barat, oleh oknum yang mengatasnamakan aplikasi travel online Traveloka, PR Specialist Traveloka, Citra Putri, menegaskan pihaknya tidak sedang melakukan promo seperti yang diberitakan.

"Saya sudah membaca tentang berita tersebut. Jadi kami mengatakan dengan tegas bahwa ini adalah modus penipuan mengatasnamakan Traveloka. Kami tidak punya program seperti itu," ujar Citra Putri.

Dihubungi terpisah Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat, M Riezky F Purnomo, mengatakan harusnya korban langsung melaporkan ke kepolisian.

“Harusnya dia langsung minta kepada perusahaan finance itu bukti-bukti dia melakukan pinjaman, karena di situ kan ada perjanjian kredit, ada datanya. Mintalah dokumentasi perjanjian kredit dengan perusahaan finance tadi. Nanti kan bisa dilihat keperluannya kredit untuk apa. Nah, nanti akan kelihatan dari tandatangan, merasa gak dia tandatangan, kalau dia tidak merasa atau tidak ada hadir dalam pengikatan kredit, langsung laporkan kepolisian,” ujar Riezky saat ditemui di ruang kerjanya.

Dalam hal ini, menurut Riezky korban juga teledor karena dengan mudahnya memberikan kartu identitas diri.

“Orangnya juga salah, mengapa dengan mudahnya memberikan kartu identitas diri. Jadi itulah risikonya. Di KTP juga kan ada tandatangan, jadi tandatangan itu bisa juga dipakai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata dia.

OJK yang mengawasi bank dan juga perusahaan multi finance selalu rutin melakukan pemeriksaan keungan minimal setahun sekali.

Halaman
1234
Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved