Libatkan BPSDMD Kalbar dan Perguruan Tinggi, LSP KPK akan Lakukan Sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi

Misalnya lagi isu tentang SDA kita akan sediakan bahan-bahan sosialisasi di bidang itu

Libatkan BPSDMD Kalbar dan Perguruan Tinggi, LSP KPK akan Lakukan Sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Foto bersama LSP KPK dan Rektor UPB Pontianak beserta para peserta sosialisasi dan penyuluhan sertifikasi anti korupsi di Universitas Panca Bhakti Pontianak , Rabu (10/7/2019). 

Libatkan BPSDMD Kalbar dan Perguruan Tinggi, LSP KPK akan Lakukan Sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi

PONTIANAK - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkunjung ke Pontianak untuk melakukan Sosialisasi dan Koordinasi Kegiatan Sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi.

Kasatgas Unit Sertifikasi Pusat Edukasi Antikorupsi KPK , Aldy Nugraha Sigit mengatakan kegiatan ini sebetulnya kegiatan penyuluhan anti korupsi dan kegiatan dari pencegahan korupsi terutama dari sisi edukasi dan partisipasi publik.

"Karena yang kita harapakan bahwa para penyuluh anti korupsi ini dapat membantu KPK dalam mensukseskan program pencegahan anti korupsi di Kalbar ini," ujarnya kepada Tribun Pontianak usai melaksanakan sosialisasi penyuluhan sertifikasi anti korupsi di Universitas Panca Bhakti Pontianak , Rabu (10/7/2019).

Penyuluhan anti korupsi ini nantinya bukan dari KPK tapi para peserta yang sudah mendapatkan sertifikasi ini lah yang melakukan penyuluhan, dan tentu saja materi yang digunakan dalam penyuluhan itu disuplay langsung dari pihak KPK, dan disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi masyarskat di Kalbar.

Baca: Warga Sintang Ditangkap Polisi Kapuas Hulu, Ini Kasusnya

Baca: Ussy Sulistiawaty Sudah Capek Masak Tahan Menangis Saat Dipelakukan Andhika Pratama Seperti Ini

"Misalnya lagi isu tentang SDA kita akan sediakan bahan-bahan sosialisasi di bidang itu," ujarnya.

Sebelum ke UPB pihak LSP KPK sudah bertemu dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalbar dan akan menjalin kerjasama dalam melaksanakan sertifikasi anti korupsi .

"Cuma target fokusnya agak berbeda karena BPSDMD akan di fokuskan pada ASN dan kemudian kepada aparat penegak hukum . Tapi di UPB ini kita harapkan kemudian yang bisa ikut dalam program sertfikasi jika jadi dilakukan disini adalah para dosen, guru , mahasiswa, NGO , komunitas dan seluruh masyarakat juga bisa ikut apabila memenuhi syarat," ujarnya.

Ia mengatakan untuk ikut sertifikasi caranya tidak terlalu sulit dan ada 3 jenjang yaitu Pratama, Madya, Utama. Untuk pratama misalnya berpengalam menyuluh selama 3 tahun.

"Sebenarnya mudah dalam mengikuti ini . Pertama harus lulus e-learning yang bisa dilakukan dengan mengakses website kami di aclc.kpk.go.id, disitu juga ada pengetahuan tentang anti korupsi yang harus di baca. Kemudian setelah itu di uji . setelah itu baru bisa ikut daftar sertifikasi," punkasnya.

Di Kalbar sudah ada beberapa orang yang ikut sertifkasi waktu itu dilakukan di KPK Jakarta. Namun sekarang untuk memudahkan masyarakat di Kalbar bisa mengikti sertifikasi ini yang akan dilakukan di Kalbar.

"Target kami sebetulnya adalah antusiasme keikutsertaan masyarakat dalam bentuk peran serta mereka dalam pencegahan korupsi. Sebenarnya terkait pemerantasan korupsi kita bisa mulai dari level paling sederhana yaitu melalui pendidikam dimana saja tergantung caranya dan itu yang akan kita dorong untuk di Kalbar ini," jelasnya.

Ia mengatakan kendala dalam melakukan sosialisasi ini yaitu membangun minat publik dalam keikutsertaan dalam program pencegahan korupsi.

"Kita ingin merubah perspektif, kemudian ingin memberitahukan bahwa korupsi adalah masalah kita semua bukan hanya KPK. Harapan kami khususnya di bagian sertifikasi anti korupsi bahwa jika kita membuat sertifikasi anti korupsi di Kalbar, banyak yang ikut dalam program ini. Karena mencipatakan agen antu korupsi sebanyak-banyaknya di seluruh Indonesia menjadi tujuan dalam program anti korupsi oleh LSP KPK," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved