Jual Ginjal Demi Adik

BPJS Pontianak Pastikan Bery Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

Pihak BPJS Cabang Pontianak memastikan bahwa, Bery dapat mendapatkan pelayanan medis untuk pengobatan penyakitnya.

BPJS Pontianak Pastikan Bery Mendapatkan Pelayanan Kesehatan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Kepala bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Pontianak, Dwi Restianty 

 BPJS Pontianak Pastikan Bery Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

PONTIANAK - Manajemen BPJS Kesehatan Cabang Pontianak melakukan kunjungan mengjenguk pasien atas nama Bery, sebelumnya sempat viral lantaran sang kakak memposting ingin menjual ginjal untuk biaya berobat.

Kepala bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Pontianak, Dwi Restianty mengatakan kunjungan dilakukan karena yang bersangkutan adalah peserta BPJS

Memang sebelumnya, Bery ada kendala tidak bisa menggunakan BPJS Kesehatan Mandirinya, lantaran menunggak sekutar enam bulan.

Didalam sistem BPJS otomatis apabila masyarakat menunggak maka bulan berikutnya  pelayanan dihentikan karena sistem sudah mengaturnya.

Sebetulnya, bagi masyarakat yang tidak mampu seperti keluarga Bery ini bisa  mengajukan pada dinas kesehatan setempat untuk mengalihkan BPJS Mandiri ke BPJS yang ditanggung oleh APBD daerah yaitu Kubu Raya.

Baca: Buka Sidang Sinode Resort ke-X, Ini Harapan Bupati Jarot

Baca: Dirjen Prasarana dan Sarana Kementrian Pertanian RI Kunjungan Kerja ke Desa Ngarak

"Dari sisi kemanusiaan dengan kondisi yang tidak mampu ditambah ada anggota keluarga yang ingin menjual ginjal demi pengobatan yang bersangkutan tentu ini menjadi perhatian bersama . Hal itu yang dilakukan oleh BPJS kesehatan untuk melihat langsung yang bersangkutan," ucap Kepala bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Pontianak, Dwi Restianty saat diwawancarai, Jumat (12/7/2019).

Pihak BPJS Cabang Pontianak memastikan bahwa, Bery dapat mendapatkan pelayanan medis untuk pengobatan penyakitnya.

"Yang bersangkutan tidak perlu lagi khawatir soal pengobatan karena kartunya telah aktif," ujarnya. 

Dwi, menyampaikan pada saat dilihat data yang bersangkutan, satu keluarga ini terdaftar sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan kartunya juga tidak aktif karena menunggak. Setelah dilakukan kroscek kembali pada 10 Juli lalu ternyata telah aktif kembali.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved