Jual Ginjal Demi Adik

Terungkap Fakta-Fakta Gadis Cantik Kalbar Jual Ginjal Demi Adik! Gubernur Sutarmidji Angkat Bicara

Gadis asal Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat ini nekat ingin menjual ginjalnya untuk keselamatan sang adik, Bery Agustustina

Terungkap Fakta-Fakta Gadis Cantik Kalbar Jual Ginjal Demi Adik! Gubernur Sutarmidji Angkat Bicara
Facebook/Rhina Golden
Rina Maelani, berniat jual ginjalnya demi biaya pengobatan adiknya. 

Semasa sehat Bery adalah pelajar SMP yang aktif di Pramuka, ia juga merupakan anak yang kreatif.

Terbukti dengan beberapa kerajinan tangan yang ia buat sendiri sepulang sekolah.

Semangatnya untuk bersekolah pun sangat tinggi.

Hal itu terlihat dari dirinya sendiri yang tetap ingin bersekolah meskipun dalam keadaan sakit.

Baca: Gadis Cantik Kalbar Jual Ginjal Demi Keselamatan Adik, Berencana Jajakan Ginjalnya Keliling Kota

Baca: Alami Kerusakan Ginjal Permanen, Presenter TV Cherry Healey Pingsan di Hari Pernikahan Sahabatnya

Namun setelah satu tahun terakhir, fisiknya mulai kalah dari semangatnya untuk bersekolah.

Bery sudah tidak mampu lagi untuk berdiri lama, bahkan untuk menegakkan badannya pun ia tak mampu.

Seluruh tubuhnya terasa sakit hingga seperti menusuk ke tulang-tulang. Badannya kurus, dan putih pucat.

"Bery ini dari mulai satu tahun ini, sakit parah. Komplikasi, kata dokter ada ginjal, tipus, paru-paru, asam lambung, amandel," ujar ayah Bery, Dedi.

Pengobatan sudah selalu dilakukan.

Bery sudah dua kali dirawat di RS Kota Pontianak, kemudian dirujuk ke RSUD dr Soedarso.

Pengobatan tradisional, obat-obatan dokter hingga obat herbal pun sudah dicoba.

Namun hingga saat ini belum mendapatkan hasilnya.

Dedi mengaku sudah melakukan pekerjaan apapun untuk mencari biaya pengobatan sang anak, bahkan beberapa waktu terakhir ia mengalami kecelakaan ketika sedang mencari dedaunan untuk dijadikan obat herbal.

"Semuanya sudah saya lakukan, rumah dan usaha sudah saya jual. Saya bekerja sebagai kuli, saya juga sudah meminta bantuan kepada pemerintah. Bahkan kemarin saya menemui sanak saudara di Jawa untuk meminta bantuan. Tetapi hingga sekarang kami belum mendapatkan biaya yang cukup untuk pengobatan Bery. Untuk makan saja tidak cukup, dan BPJS sudah tidak mampu dibayar lagi," ungkapnya dengan berlinang air mata.

Ia mengharapkan pihak Pemerintah senantiasa dapat membantu biaya pengobatan sang anak. Sehingga Rina tidak perlu menjual ginjalnya.

"Saya mengharapkan sekali bantuannya, seikhlasnya saja. Karena kami sudah tidak mempunyai biaya lagi untuk berobat," tutup pria paruh baya tersebut. (mg1/oni)

Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved