Raih IPK Nyaris Sempurna, Lianto Selesaikan Program Doktor di Untan

Lianto meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna yaitu 3.99 dalam menyelesaikan Program Doktor yang ia tempuh di Untan

Raih IPK Nyaris Sempurna, Lianto Selesaikan Program Doktor di Untan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Lianto usai mengikuti acara Promosi dan Yudicium Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi (PSDIE) dan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen (PSDIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura di ruang Rektorat lantai 3 Untan, kamis (11/7 2019 ). 

Raih IPK Nyaris Sempurna, Lianto Selesaikan Program Doktor di Untan

PONTIANAK - Lianto meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna yaitu 3.99 dalam menyelesaikan Program Doktor yang ia tempuh di Universitas Tanjungpura.

Lianto menjadi lulusan program doktor yang meraih IPK tertinggi di antara empat doktor lainnya dari Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi (PSDIE) dan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen (PSDIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura (Untan).

Hal ini disampaikan pada acara Promosi dan Yudicium Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi (PSDIE) dan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen (PSDIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura di ruang Rektorat lantai 3 Untan, kamis (11/7 2019 ).

Ia menyelesaikan Program Studi doktor Ilmu Manajemennya dengan mengambil disertasi berjudul Pengaruh Workplace Spirituality, Engagement Self-Efficacy, dan Person - Organization Fit Terhadap Employee Engagement Melalui mediasi Exchange Ideology Pada Credit Union di Kalbar.

Baca: Mitsubishi Motors Resmikan Dealer Kendaraan Penumpang Pertama di Singkawang dengan Layanan 3S

Baca: Klenteng Liu Pak Kung Kung Jadi Saksi Sejarah Perkembangan Siantan

Baca: Ramalan Zodiak Jumat 12 Juli 2019 | Ada Kejutan Buat SAGITARIUS dan Kamu Perlu Lakukan Hal Ini LIBRA

Sedangkan judul publikasinya adalah Enhancing The Employee Engagemet: The Mediating Role of Exchange Ideology. Artikel ini diterbitkan di Jurnal Pengurusan, Vol.53 (2018), ISSN 0127-2713, yang terindeks Scopus, Cabell, ASEAN Citation Index (ACI), dan My Cite Indexes.

Ia menyampaikan bahwa saat ini pastinya ia sangat merasa bersyukur, senang, dan bangga. Ia mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan civitas akademika.

Mendapatkan gelar doktor bukanlah hal yang mudah sebab ia harus melalui proses selama 5 tahun.

Ia mengatakan proses yang membuatnya lama dalam menyelesaikan Program Doktornya yakni Penelitan disertasi yang kemudian diolah menjadi artikel ilmiah dan diterbitkan di jurnal internasional terindeks Scopus. Hal itulah yang membuat prosesnya lama.

"Untuk proses review, revisi, penerbitan, dan lain sebagainya butuh waktu selama 2 tahun. Saya sebenarnya lulus ujian tertutup 2017, tapi karena menunggu penerbitan jurnal internasional itu yang memakan waktu selama 2 tahun. Jadi saya harus menunggu," ujarnya kepada Tribun Pontianak.

Terbitnya penelitian di jurnal internasional menjadi satu di antara syarat untuk lulus program doktor.

Ia juga menjadi lulusan terbaik dan mendapatkan IPK sempurna yaitu 3.99. Ia memberikan tips yang biasa ia lakukan yaitu dengan managemen waktu, banyak membaca artikel dan jurnal ilmiah, kemudian banyak diskusi supaya bisa mendapatkan hasil yang baik.

Pada penelitan disertasinya ia memilih credit union (CU).

"Saya angkat CU sebagai lahan survei karena CU adalah lembaga ekonomis yang sangat berpotensial untuk mengentaskan kemiskinan," ujarnya.

Usai menyelesaikan studinya ia berencana ke depan sebagai akademisi akan terus melanjutkan riset dengan harapan hasilnya dapat mengembangkan daerah Kalbar. Saat ini ia juga aktif sebagai Dosen di STIE Widya Dharma Pontianak.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved