PWI Kalbar Ingin Pusatkan Uji Kompetensi Wartawan di Ilmu Komunikasi Untan masih Terkendala Hal Ini

Karena untuk menjadi penguji dalam uji kompetensi itu harus lulus ujian sebagai penguji. Jadi cukup panjang prosesnya

PWI Kalbar Ingin Pusatkan Uji Kompetensi Wartawan di Ilmu Komunikasi Untan masih Terkendala Hal Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Tanjungpura, Dewi Utami saat diwawancarai diacara Safari Jurnalistik 2019 , Rabu (10/7/2019). 

PWI Kalbar Ingin Pusatkan Uji Kompetensi Wartawan di Ilmu Komunikasi Untan masih Terkendala Hal Ini

PONTIANAK - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Tanjungpura Dewi Utami hadir di Acara Safari Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang bekerja sama dengan Nestle.

Kegiatan workshop ini membahas tentang hukum di sekitar pers yang krusial buat wartawan dan dilaksanakan di ruang Sidang Fakultas Teknik Univeritas Panca Bakti, rabu (10/7/2019).

Dalam kesempatan itu pula, Dewi menanggapi terkait rencana kerjasama PWI dengan pihak Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Tanjungpura, untuk pemusatan uji kompetensi yang akan dipusatkan di FISIP Untan, namun saat ini masih dalam proses sehingga belum bisa dilakukan.

Baca: Makan Minum Calhaj Kapuas Hulu di Mekkah Ditanggung Pemda

Baca: Kanwil Kemenkumham Kalbar Gelar Coffee Morning Bersama Jurnalis, Ini Yang Dibahas

Hal itu dikarenakan para penguji yang akan menguji para wartawan harus lulus ujian terlebih dahulu.

"Karena untuk menjadi penguji dalam uji kompetensi itu harus lulus ujian sebagai penguji. Jadi cukup panjang prosesnya," ujar Dewi Utami.

Dewi menambahkan apabila sudah terjadi kesepakatan dengan PWI, calon penguji terlebih dahulu harus mendaftar sebagai penguji dan harus mengikuti berbagai tahapan ujian.

"Ada tiga tahapan kalau tidak salah setelah itu barulah boleh menguji teman-teman wartawan. Disini prosesnya juga masih cukup panjang," ungkapnya.

"Jika ingin menjadi penguji harus punya kartu pers dan punya latar belakang media. Tidak semata-mata orang kampus boleh menguji, tapi saya juga harus menjadi seorang praktisi. Persyaratannya tidak mudah, tapi kalau proses lancar bisa segera dijalankan," pungkas  Dewi Utami.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved