Polda Kalbar Rilis Penanganan Tipikor DAK Bengkayang, Periksa 174 Saksi Diantaranya Sekda dan 9 PNS

Polda Kalbar rilis pengungkapan dan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyimpangan penyaluran dana Bantuan Khusus

Polda Kalbar Rilis Penanganan Tipikor DAK Bengkayang, Periksa 174 Saksi Diantaranya Sekda dan 9 PNS
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Polda Kalbar Rilis penanganan kasus tipikor DAK Desa di Bengkayang 

Polda Kalbar Rilis Penanganan Tipikor DAK Bengkayang, Periksa 174 Saksi Diantaranya Sekda dan 9 PNS BPKAD

PONTIANAK - Polda Kalbar rilis pengungkapan dan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyimpangan penyaluran dana Bantuan Khusus Desa yang bersumber dari APBD Kabupaten Bengkayang Tahun 2017.

Dalam rilis yang menghadirkan sitaan Uang tunai sekitar Rp 6 Miliar lebih diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar sebagai satu diantara barang bukti.

Dalam konferensi pers yang di pimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go bersama Wakil Direktur Reskrimsus AKBP Patromo Satriwawan S.ik Kamis (11/7)

Dalam konferensi pers Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengungkapkan bahwa uang senilai Rp 6.690.693.000 diamankan dalam rangka penyelamatan keuangan negara ( recovery asset ) karena terindikasi tindak pidana korupsi penyimpangan penyaluran dana bantuan khusus (basus) dari BPKAD Kabupaten Bengkayang kepada Kepala Desa di Wilayah Kabupaten Bengkayang yang bersumber dari APBD Kabupaten Bengkayang.

Baca: Liga 2 : LIVE PSGC Ciamis Vs Persiraja Banda Aceh Sabtu (13/7) Jam 15.30 WIB, Laga Menentukan 2 Tim

Baca: Ritual Nyabak, Ucapan Syukur Dayak Bakatik Kepada Nyabata

Baca: KLASEMEN Liga 1 2019 - Hattrick Alex Goncalves Bawa Persela Lamongan Keluar Zona Degradasi

Dari hasil pemeriksaan sementara penyidik, bahwa ada langkah langkah yang tidak dilakukan berdasarkan peraturan dana desa yaitu mengajukan proposal. Disini menurut Polda Kalbar sudah menyalahi aturan atau percobaan melanggar hukum.


“Ada dugaan penyimpangan pada penyaluran dana bantuan khusus (bansus) dari BPKAD Kabupaten Bengkayang pada T.A 2017 yang dilakukan dengan cara mentransfer dana bantuan khsus ke rekening 48 desa yang berjumlah seluruhnya sebesar 20 Miliyar” ungkap Kabid Humas Polda Kalbar pada Kamis (11/7/2019)

Lanjutnya,"Uang senilai Rp 6.690.693.000 ini dari 21 desa yang belum dilaksanakan kegiatannya atau penarikan , 2 desa lagi dalam proses penyitaan maka nominal yang disita akan bertambah. Dan ada 25 desa lainnya sudah melaksanakan, untuk desa yang sudah melaksanakan juga sedang dilakukan audit bekerjasama dengan Universitas Tanjungpura untuk mengetahui ada tidaknya kerugian negara dalam pelaksanaan” tambahnya

Lanjutnya, Polda Kalbar dalam kasus ini belum menetapkan tersangka atau siapa yang bertanggung jawab dalam dugaan korupsi ini, hal ini dikarenakan masih dalam tahap meminta keterangan saksi saksi.

Namun pada kesempatan Kabid Humas Polda Kalbar juga mengungkapkan sudah mengambil keterangan 174 orang saksi di antaranya merupakan Sekda Bengkayang, 9 Orang BPKAD dan dua orang saksi ahli.

“Sementara masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan, Polda Kalbar bersama BPK RI dan ahli teknis masih bekerja” lanjut Kabid Humas Kombes Pol Donny Charles Go

Dan selanjutnya Untuk barang bukti lainnya yang diamankan Direktorat Reskrimsus berupa dokumen dokumen seperti Peraturan Bupati ( Perbup ) nomor 44 tahun 2017 tentang pedoman umum bantuan keuangan bersifat khusus untuk pembangunan fisik dan prasaran desa, dokumen rincian APBD, surat keputusan Bupati tentang penetapan lokasi dana bantuan, surat perintah pencairan dana, rekening 48 desa, rekening para kepala desa serta kwintansi kwitansi pembayaran pekerjaan dari kepala desa kepada pihak yang melaksanakan pekerjaan.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved