MotoGP

MOTOGP - Honda-Ducati Saling Sindir, Alberto Puig Minta Paolo Ciabatti Belajar Sejarah

MOTOGP - Honda-Ducati Saling Sindir, Alberto Puig Minta Paolo Ciabatti Belajar Sejarah

MOTOGP - Honda-Ducati Saling Sindir, Alberto Puig Minta Paolo Ciabatti Belajar Sejarah
Instagram Dovizioso
Hasil Sidang Banding MotoGP Soal Winglet Milik Ducati Bikin Aman Dovizioso di MotoGP Argentina 2019 

MOTOGP - Honda-Ducati Saling Sindir, Alberto Puig Minta Paolo Ciabatti Belajar Sejarah

Dua tim pabrikan MotoGP saling sindir. 

Sindiran itu terkait kinerja masing-masing selama menjalani musim berjalan.

Awal "perang" kedua tim, seperti dikutip dari Bolasport.com berdasarkan lansiran motosport adalah pernyataan Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, beberapa waktu lalu.

Paolo Ciabatti menyoroti kinerja salah satu pembalap Repsol Honda, Marc Marquez.

Paolo Ciabatti berani menyebut Honda tak akan mampu meraih hasil bagus selama ini tanpa kehadiran sosok Marc Marquez di tim tersebut.

Atas pernyataan itu, Manajer HondaAlberto Puig, bereaksi keras. Ia meminta Ducati untuk belajar dari sejarah yang telah terjadi di kelas utama MotoGP.

"Ciabatti harus melihat semua balapan mulai 500cc dan MotoGPdengan gelar yang sudah dimenangkan Honda," kata Alberto Puig.

"Dia harus belajar sejarah dan setelah itu mungkin dia tak akan melihatnya seperti ini," tutur Puig melanjutkan.

Alberto Puig menyebut jika Honda masih lebih bagus dari Ducati dengan mampu mengantar siapa pun yang menunggangi motornya sukses menjadi juara dunia.

Pria 52 tahun itu kemudian menilai tak semua pembalap mampu membawa Ducati menjadi juara.

Embed from Getty Images

Pasalnya, pabrikan Italia tersebut hingga saat ini hanya mampu menempatkan satu pembalapnya pada daftar juara lewat sosok Casey Stoner pada musim 2007.

"Marquez telah juara dengan motor ini, seperti Stoner, Mick Doohan, Freddie Spencer, Eddie Lawson, Alex Criville, Nicky Hayden, dan Valentino Rossi," tuturnya.

"Dengan Honda, banyak orang telah memenangkan kejuaraan. Dengan Ducati, hanya satu orang yang telah menang dalam semusim," kata Alberto Puig lagi.

Selain itu, Alberto Puig menyebut jika proyek yang dilakukan Ducati pada musim ini sebagai proyek yang tidak seimbang.

Pada MotoGP 2019, skuad Borgo Panigale menempatkan Andrea Dovizioso sebagai kekuatan utama untu mengejar Marc Marquez yang masih cukup dominan.

"Upaya yang dilakukan Ducati dalam kejuaraan musim ini, untuk apa yang telah mereka raih sejauh ini, menurut saya sama sekali tidak seimbang," ucap Alberto Puig mengakhiri.

Setelah menyambangi Jerman, para pembalap memiliki waktu istirahat yang cukup lama sebelum kembali mengaspal pada seri kesepuluh MotoGP 2019 di Republik Ceska.

Berikut Klasemen MotoGP 2019 setelah GP Jerman:

KLASEMEN MotoGP 2019 Setelah Alex Rins Gagal Finish di MotoGP Jerman, Marquez Tak Terbendung, Rossi?
KLASEMEN MotoGP 2019 Setelah Alex Rins Gagal Finish di MotoGP Jerman, Marquez Tak Terbendung, Rossi? (motorsport.com)
KLASEMEN MotoGP 2019 Setelah Alex Rins Gagal Finish di MotoGP Jerman, Marquez Tak Terbendung, Rossi?
KLASEMEN MotoGP 2019 Setelah Alex Rins Gagal Finish di MotoGP Jerman, Marquez Tak Terbendung, Rossi? (motorsport.com)

(*)

Penulis: Haryanto
Editor: haryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved