Kasus Penipuan Berdalih Agen Travel, Pengamat Minta Semua Pihak Perlu Waspada dan Hati-hati

Pengamat Ekonomi, Prof Dr Edi Suratman mengatakan dari kronologis kejadian yang menimpa warga Pontianak Barat atas dugaan penipuan

Kasus Penipuan Berdalih Agen Travel, Pengamat Minta Semua Pihak Perlu Waspada dan Hati-hati
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DAVID NURFIANTO
Prof. Dr. Edi Suratman Ketua LP2KM sekaligus pengamat ekonomi Untan di ruang Rektorat Untan, Rabu (10/10/2018) pagi. 

Kasus Penipuan Berdalih Agen Travel, Pengamat Minta Semua Pihak Perlu Waspada dan Hati-hati

PONTIANAK - Pengamat Ekonomi, Prof Dr Edi Suratman mengatakan dari kronologis kejadian yang menimpa warga Pontianak Barat atas dugaan penipuan dengan dalih agen travel perjalanan telah merugikan banyak pihak.

Para korban dianggap sebagai nasabah yang harus membayar cicilan atas pinjaman yang sama sekali tidak pernah diajukan oleh para korban.

Menurutnya tindakan tersebut merugikan banyak pihak, mulai dari lembaga keuangan yang dipinjami, dan paling rugi adalah orang yang diangap meminjam dana dan diharuskan mencicil pinjaman yang tidak pernah dilakukan.

Selain itu, apabila dirunut seluruh informasi tersebut ia juga mempertanyakan kenapa lembaga perbankan yang mau mengeluarkan dana pinjaman dengan mudah hanya dengan kartu identitas scan bukan kartu identitas asli. Menurutnya hal tersebut juga perlu diwaspadai.

Lembaga keuangan seperti apa itu yang tidak hati-hati dan teliti dalam memberikan pinjaman sehingga peristiwa tersebut terjadi. Saya juga khawatir bahwa lembaga keuangan tersebut merupakan lembaga keuangan non formal.

Baca: Bupati Bangga Prestasi Para Generasi Muda di Kubu Raya

Baca: Tak Hanya Jadi Penyalur BPNT, Pemilik E-Warung Bisa Lakukan Transaksi Finansial Perbankan

Baca: Begini Tanggapan Pemilik E-Warung Terkait Profit Dari BPNT

Peristiwa tersebut sebetulnya bisa di minimalisir jika lembaga keuangan tidak semudah itu memberikan dana pinjaman. Ada prinsip kehati-hatian yang harus tetap dijaga. Mengecek seluruh persyaratan dan identitas calon nasabah.

Selain itu juga, masyarakat juga harus peduli akan kerahasiaan data pribadi. Jika ada orang yang tidak begitu dikenal meminta data pribadi dari dokumen kependudukan seperti e KTP dan lainya kemudian diimingi imbalan jika memberikan data Pribadi, maka kita wajib curiga.

Janganlah mudah percaya dengan orang yang belum kita kenal sama sekali hingga meminta data pribadi berupa foto e KTP kita. Kita jangan sampai lalai terhadap data pribadi kita dan kita harus tetap hati.

Namun demikian, prinsip kehati-hatian yang sebutulnya harus dijalankan dari kejadian ini adalah lembaga Keuangan. Kok bisa mudah benar mencairkan pinjaman dengan hanya menggunakan foto e KTP saja.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved