Heru Sebut E-Warung Dapat Profit Menguntungkan Dalam Peralihan Rastra ke BPNT

Peralihan Program Bantuan Sosial (Bansos) Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) oleh Kementerian Sosial

Heru Sebut E-Warung Dapat Profit Menguntungkan Dalam Peralihan Rastra ke BPNT
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Para pemilik E-Warung diberikan sosialisasi dan edukasi terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2019. 

Heru Sebut E-Warung Dapat Profit Menguntungkan Dalam Peralihan Rastra ke BPNT

MEMPAWAH - Peralihan Program Bantuan Sosial (Bansos) Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang sedang dalam proses penerapan di Kabupaten Mempawah akan berdampak positif bagi E-Warung yang menjadi perpanjangan tangan Bank BRI sebagai penyalur Bansos kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dalam proses penyaluran BPNT, E-Warung yang berfungsi sebagai warung penyalur dua komoditi pokok yakni beras dan telur yang diberikan kepada KPM senilai Rp. 110 ribu akan mendapatkan profit keuntungan dari situ.

Dalam sosialisasi yang dilakukan di Kantor Dinas Sosial PPPAPM-Pemdes Kabupaten Mempawah beberapa waktu lalu yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pemilik E-Warung, Kabid Sosial, Heru Agung Yuwana Adi mengatakan mereka sudah sepaham bahwa akan ada profit yang didapatkan oleh E-Warung dalam proses penyaluran BPNT tersebut.

Baca: VIDEO: Penjelasan Theresia yang Sempat Ragu Tapi Akhirnya Tertipu

Baca: Kasus Tipikor Bengkayang, Polda Kalbar Beberkan Adanya Modus Operandi

Baca: Penuh Rasa Syukur, Ayah Rina Ucapkan Terimakasih Atas Bantuan Semua Pihak

"Kita sudah sepakat, agar E-Warung tidak merugi dan KPM terlayani maka sudah dibahas terkait keuntungan yang akan didapatkan oleh E-Warung, selama proses penyaluran bantuan tersebut," ujarnya.

Heru mengatakan, jika di asumsikan beras per kilogram seharga Rp.10 ribu, maka uang Rp. 110 ribu bisa membeli 11 kilogram beras.

"Karena harus membeli telur juga, akhirnya kita sepakat jumlah penyaluran ke KPM beras 9 kilogram dan 7 butir telur, agar ada keuntungan bagi E-Warung," imbuhnya.

Heru mengatakan, keuntungan yang diberikan kepada E-Warung merupakan hal yang wajar untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat, dikarenakan dalam hukum jual beli tidak mungkin merugikan penjual meskipun itu program pemerintah.

"Sebenarnya tujuan kita juga menumbuhkan ekonomi masyarakat terutama pemilik E-Warung, karena mereka juga kebanyakan dari KPM," tambahnya.

Di seluruh Kabupaten Mempawah, ada 45 E-Warung yang tersebar di setiap Kecamatan. Heru menuturkan, saat ini belum ada penambahan E-Warung yang berjumlah 45 itu, nanti jika dibutuhkan maka akan ditambah.

"Dari pihak Bank BRI juga sudah siap semuanya, baik itu alat-alat dan pendukung lainnya, mereka juga sudah melakukan sosialiasai terkait proses penyaluran dan pengoperasian alat," tukasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved