Forum Puspa Penting Bantu Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

pihaknya menyurati Bupati dan Wali Kota se-Kalbar agar menggegas pembentukan Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa)

Forum Puspa Penting Bantu Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalbar Moses Tabah memberikan sambutan saat membuka kegiatan Forum Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan tema “Membangun Sinergi LembagaMasyarakat untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak”, di Hotel Kini Pontianak, Kamis (11/7/2019). 

Forum Puspa Penting Bantu Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

PONTIANAK – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan Forum Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan tema “Membangun Sinergi LembagaMasyarakat untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak”, di Hotel Kini Pontianak, Kamis (11/7).

Kepala Dinas PPPA Provinsi Kalimantan Barat, Moses Tabah, menyebutkan persoalan perempuan dan anak sangat kompleks, maka perlu dilakukan sinergi bersama antara Pemerintah, Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Profesi hingga media demi meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak.

Baca: Prediksi Skor Semen Padang Vs Arema FC: Tekad Hentikan Rekor Buruk di Liga 1 2019

Baca: Chairul Fuad: Seseorang Bekerja Harus Sesuai Passionnya

Dia menyebutkan pada Maret 2019 lalu, pihaknya telah menyurati Bupati dan Wali Kota se-Kalbar agar menggegas pembentukan Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa).

Puspa bertujuan menyamakan persepsi dan bekerja sama untuk mengatasi permasalahan perempuan dan anak, di antaranya trafficking, kekerasan, prostitusi, pernikahan dini, putus sekolah pasa anak perempuan, eksploitasi, kematian ibu dan anak.  Bahkan, kata Moses, saat ini lagi tren kasus pengantin pesanan, kawin kontrak, yang kesemuanya menjadikan perempuan objek terhadap kekerasan.

Selain itu, karena ada keterbatasan SDM sehingga keterlibatan Forum Puspa ini sangat diperlukan dalam pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak.

“Saat ini sudah terbentuk Forum Puspa di tingkat provinsi Kalbar sementara di kabupaten sudah miliki Forum Puspa di Melawi dan Sanggau. Kita berterimakasih kepada Forum Puspa yang telah berbuat untuk Kalbar,” jelas Moses.

Moses juga menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan yang terlaporkan. Pada 2017 lalu sebanyak 287 kasus, pada 2018 sebanyak 330 kasus, sementara pada 2019 dalam beberapa bulan saja sudah ada 65 kasus.

“Ini kasus-kasus yang dilaporkan. Sebenarnya pasti jumlahnya lebih banyak dari ini tapi mereka segan melaporkan, mereka tidak tahu mau lapor dimana. Makanya kita membutuhkan Forum Puspa yang menyentuh langsung ke masyarakat dan berperan.

Dia menyebutkan ke depannya, Dinas PPPA akan mengurangi kegiatan seperti bimtek dan sejenisnya, tapi akan focus dalam action di lapangan. (nin)

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved