E-Warung Dapat Keuntungan, Kapsulani Sebut Sebuah Kewajaran

Asisten Direktur KPW Bank Indonesia Kalbar, Kapsulani, mengatakan BI berperan sebagai mediator dalam peralihan program Rastra ke BPNT

E-Warung Dapat Keuntungan, Kapsulani Sebut Sebuah Kewajaran
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Para pemilik E-Warung diberikan sosialisasi dan edukasi terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2019. 

E-Warung Dapat Keuntungan, Kapsulani Sebut Sebuah Kewajaran

MEMPAWAH - Asisten Direktur KPW Bank Indonesia Kalbar, Kapsulani, mengatakan BI berperan sebagai mediator dalam peralihan program Rastra ke BPNT yang dijalankan oleh Dinas Sosial Kabupaten Mempawah.

"Kita Bank Indonesia ini posisinya berada di tengah, kita memfasilitasi mulai dari persiapan sampai ke realisasi, kalau dari persiapan tidak cocok maka akan kita identifikasi, apa masalahnya, jika ada di perbankkan, akan kita panggil bank bersangkutan untuk mencari solusinya," tuturnya.

Kemudian, terkait keuntungan yang didapat oleh E-Warung, dia mengatakan itu sudah dibahas dan merupakan sesuatu yang wajar. Dalam sosialisasi itu mereka juga membahas terkait ketetapan harga agar tidak ada kerugian yang dialami oleh E-Warung.

Baca: Liga 2 : Prediksi LIVE Cilegon United Vs PSPS Riau Sabtu (13/7) Jam 15.30 WIB

Baca: INDONESIA OPEN 2019 - Peringkat Dunia Jojo-Ginting Tetap, Tomy Turun

Baca: VIDEO: Penjelasan Theresia yang Sempat Ragu Tapi Akhirnya Tertipu

Terkait kesamaan harga di setiap Kecamatan di Kabupaten Mempawah yang diberikan E-Warung, Kapsulani mengatakan akan ada penyesuaian tergantung pada biaya pengiriman barang.

"Tidak mungkin juga jika ingin kita samakan di seluruh Kabupaten Mempawah, karena barang yang diambil di Kota Mempawah dibawa ke daerah dengan jarak jauh dan dekat pasti berbeda biayanya," tuturnya.

Setelah kita hitung-hitungan bersama pemilik E-Warung kata dia, setiap KPM yang membdapat bansos dengan nilai Rp. 110 ribu bisa mendapatkan 9 kilogram beras dan 7 butir telur.

"Dasi situ setiap transaksi E-Warung mendapat keuntungan sekitar Rp. 14.800, dari situ sudah bisa diprediksi jika di satu warung yang bertransaksi 200 orang.Tapi, berbeda dengan daerah terpencil seperti Sadaniang, tentunya keuntungan yang didapat E-Warung akan berkurang, karena coast nya beda," paparnya.

Kemudian terkait progres persiapan peralihan program tersebut, Kapsulani mengatakan sudah sampai ke tahap distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

"Dari total 5500 kartu KKS itu sudah tersalurkan 70%, sisanya sedang dalam proses distribusi," ucapnya.

Kapsulani juga mengatakan bahwa mereka akan melakukan studi banding ke Kota Singkawang dan Pontianak, yang terlebih dahulu menjalankan peralihan Rastra ke BPNT ini, karena menurut dia, bisa dikatakan disana sudah sukses.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved