BNPB Berikan Perhatian Serius di Kalbar Terkait Pencegahan Karhutla dan Bencana Asap

Kalimantan Barat menjadi satu diantara provinsi yang mendapat atensi tinggi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

BNPB Berikan Perhatian Serius di Kalbar Terkait Pencegahan Karhutla dan Bencana Asap
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
LO BNPB, Kolonel Made 

BNPB Berikan Perhatian Serius di Kalbar Terkait Pencegahan Karhutla dan Bencana Asap

PONTIANAK - Kalimantan Barat menjadi satu diantara provinsi yang mendapat atensi tinggi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait bencana Karhutla dan asap yang hampir setiap tahunnya melanda.

2019 ini, BNPB membuat program pencegahan dengan menurunkan 1000 personel TNI dan 205 orang dari kepolisian yang akan ditempatkan pada 100 desa yang memiliki  potensi Karhutla.

Lesson Officer BNPB, Kolonel Made  hadir saat Rakor yang dilangsungkan di Kantor BPBD Kalbar dengan agenda penetapan 100 desa prioritas menyebutkan penempatan personel pada daerah rawan Karhutla adalah pola yang direncakan oleh kepala BNPB agar lebih efektif dalam mencegah dan dalam rangka pembinaan pada masyarakat yang melibatkan mereka langsung.

Baca: Bantah Lakukan Intervensi, Bawaslu Kayong Utara Sebut Stafnya Hanya Berikan Pandangan

Baca: Pemkab Sekadau Ajak Semua Pihak Jaga Kearifan Lokal

Baca: SKOR Persela Vs Kalteng Putra - Live Streaming Ochannel, Cek Hasil Liga 1 2019 via Live Score

"Seperti yang disampaikan oleh Kepala BPBD Kalbar, bahwa kearifan lokal harus dikelola dengan baik dan bagaimana  Pemda setempat yang telah mengeluarkan aturan bahwa kearifan lokal ini diatur sehingga tidak menimbulkan Karhutla dan merugikan banyak pihak dan semua sektor," ucap Kolonel Made saat diwawancarai, Kamis (11/7/2019).

Ia menegaskan lebih kedepankan pencegahan dengan menurunkan pasukan TNI 1000 dan Polri 205 orang serta BPBD dan masyarakat sekitarnya.

Saat ini sedang mensinergikan semua pihak, sehingga dalam waktu dekat akan ditutunkan para personel untuk ditempatkan pada 100 desa yang menjadi prioritas karena tingkat kerawanan Karhutla tinggi.

"Tim yang diturunkan akan berkolaborasi dengan Satgas  yang dibentuk kabupaten kota.
Kita berharap tahun ini, Kalbar tidak ada api dan tidak ada asap," harapnya.

Para personel telah direncakan ditempatkan pada lapangan selama empat bulan sesuai dengan prediksi kemarau dari BMKG.

Satgas berfungsi untuk mensosialisasikan pada masyarakat agat tidak membakar lahan serta berpatroli mencegah terjadinya Karhutla.

"Pasukan ditempatkan bukan berarti dibenturkan dengan masyarakat, tapi bersama-sama mengatasi terjadinya Karhutla agar tak merugikan banyak pihak," pungkasnya

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved