BBGRM ke-XVI Sintang, Bupati Jarot: Gotong-royong dari Tingkat Nasional Hingga ke Desa

Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka kegiatan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XVI Tingkat Kabupaten Sintang

BBGRM ke-XVI Sintang, Bupati Jarot: Gotong-royong dari Tingkat Nasional Hingga ke Desa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka kegiatan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XVI Tingkat Kabupaten Sintang di Desa Mait Hilir, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kamis (11/7/2019) pagi. 

BBGRM ke-XVI Sintang, Bupati Jarot: Gotong-royong dari Tingkat Nasional Hingga ke Desa

SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka kegiatan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XVI Tingkat Kabupaten Sintang di Desa Mait Hilir, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kamis (11/7/2019) pagi.

"Hidup itu harus penuh semangat ya, untuk maju untuk mandiri. Kita sangatlah beragam dan kita tetap hidup rukun dan bersatu. Kita sungguh luar biasa. Kita punya Pancasila dan bhineka tunggal Ika yang intisarinya gotong-royong," ujarnya.

Secara simbolis, Bupati Sintang memukul gong sebanyak 7 kali sebagai tanda dibukanya BBGRM Tahun 2019. Selanjutnya, Bupati Sintang juga menyempatkan diri untuk meninjau lokasi pasar desa dan Polindes di Desa Mait Hilir.

"Semangat ini menjadi tradisi yang harus kita jaga, kita lembagakan di Kabupaten Sintang. BBGRM ini salah satu bentuk melembagakan tradisi gotong-royong yang ada dari tingkat nasional sampai ke desa-desa," kata Jarot.

Baca: Peringatan Dini, BMKG Sebut Sejumlah Wilayah di Kalbar Tiga Bulan Kedepan Berpotensi Karhutla

Baca: Bikin Gatal Hingga Ganggu Penampilan, Begini Kiat Mengatasi & Cegah Ketombe di Alis!

Baca: Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 Tahun, Ini Agenda Kajari Kapuas Hulu

Jarot juga mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan partisipasi masyarakat Desa Mait Hilir dan desa sekitarnya di Kecamatan Sepauk. Pembangunan desa itu harus melibatkan lembaga kemasyarakatan desa.

Selain itu, dirinya juga mengharapkan selesai bulan bhakti ini sebagian besar masalah desa seperti pelataran sekolah, tempat wudhu masjid akan selesai dengan bergotong-royong. Sehingga desa ini akan menjadi desa mandiri.

"Modal sosial kita membangun masyarakat kita yang bersatu dan damai itu yang menjadikan kita kuat. Selain kegiatan fisik, adakan juga kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat lewat seminar dan penyuluhan," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved