Wagub Kalbar Minta Polisi Segera Cek Puluhan E-KTP Aspal Dari Tersangka Pengedar Narkoba

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan bersama Kapolda Kalbar Irjen Pol. Didi haryono memusnahkan 25,04 kilogram narkotika

Wagub Kalbar Minta Polisi Segera Cek Puluhan E-KTP Aspal Dari Tersangka Pengedar Narkoba
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Dio Resnu Adhitya satu diantara tersangka kasus narkoba yang juga merupakan ASN di ATC Bandara Supadio Pontianak, dihadirkan saat pemusnahan barang bukti 26,28 kilogram sabu-sabu hasil pengungkapan Polda Kalbar dan Polresta Pontianak kurun waktu Januari - Juni 2019 dengan mesin incenerator, di RS Anton Soedjarwo, Pontianak, Kalimantan Barat, Selas (9/7/2019) sore. 

Citizen Reporter
Humas Pemprov Kalbar
Rinto

Wagub Kalbar Minta Polisi Segera Cek Puluhan E-KTP Aspal Dari Tersangka Pengedar Narkoba

PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan bersama Kapolda Kalbar Irjen Pol. Didi haryono memusnahkan 25,04 kilogram narkotika jenis sabu dan puluhan Elektonik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP), di Rumah Sakit dr. Anton Soedjarwo, pada hari Selasa (9/7).

Pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu dan puluhan e-KTP yang di duga palsu ini, merupakan hasil tangkapan Polda Kalbar beserta jajarannya beberapa waktu yang lalu.

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan meminta pihak kepolisian untuk segera mengecek e-KTP yang diduga palsu di dinas penduduk catatan sipil (Disdukcapil) yang ditemukan saat pengungkapan kasus tindak pidana narkotika yang dibawa oleh para tersangka guna mengetahui KTP tersebut.

“Itu e-KTP saya minta dari pihak kepolisian untuk dibawa ke Disdukcapil kita cek dengan alat untuk mengetahui asli apa palsu yang dibawa mereka (tersangka). Kita punya alat untuk mengecek keaslian, dimanapun kita berada kalo mau mengecek keaslian itu bisa seperti alat ATM,” ungkap Wakil Gubernur Kalbar H. Ria Norsan.

Baca: Niat Hati Ingin Berikan Kejutan Pada Ashanty Ibunya, Arsy Malah Kecewa Gara-gara Ini!

Baca: Kementerian PANRB Dorong Daerah Susun Proses Bisnis

Baca: TRIBUNWIKI: Daftar 11 Perda Inisiatif DPRD Kalbar 2018

Dirinya pun terkejut saat melihat puluhan e-KTP yang diduga palsu saat ikut menggelar konprensi press yang dilakukan Polda Kalbar. Sebab dari hasil pengamatannya, puluhan e-KTP itu bukan saja provinsi Kalbar melainkan ada beberapa e-KTP provinsi lainnya yang diduga palsu yang ditemukan dari para tangan tersangka.

“Kalo seandainya ada oknum yang mempalsukan e-KTP itu palsu, kita cek dulu dari wilayah mana. Tadi saya liat ada sepuluh e-KTP berbeda wilayah ada sepuluh tempat, ada Bandung, ada Balikpapan dan lain-lain. Saya curiga bisa jadi blanko e-KTP asli Cuma fotonya ditempel oleh para tersangka, karena dari nama e-KTP itu berbeda” tuturnya.

Seiring dengan marak masuknya narkotika ke Kalbar, dirinya mengungkapkan pemerintah bersama para intansi terkait Polri dan TNI serta intansi terkait, sudah melakukan pengawasan secara ketat di beberapa tempat termasuk pintu perbatasan.

Lanjutnya, barang haram yang masuk ke Indonesia terutama lewat Kalbar berasal dari negara China dan Myanmar berdasarakan pengungkapan kasus narkotika.

“Baik peredaran laut, udara dan darat itu wilayah kita kalbar yang dianggap paling mudah masuknya narkoba nanti dibawa ke Jakarta. Untuk laut wilayah Kalbar sisi lautnya banyak sepi pelayaran, dan kita sudah melakukan pengawasan secara ketat bekerjasama dengan kepolisian, TNI dan intansi terkait lainnya serta masyarakat untuk mengawasi peredaran narkoba kalo ada hal-hal mencurigakan masalah peredaran narkoba harap lapor,” tegasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved