Terdakwa BLBI Bebas, KPK Kaget Atas Putusan MA

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengaku terkejut atas putusan Mahkamah Agung (MA).

Terdakwa BLBI Bebas, KPK Kaget Atas Putusan MA
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
SS Halaman 1 10/07/2019 

Terdakwa BLBI Bebas, KPK Kaget Atas Putusan MA

PONTIANAK - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengaku terkejut atas putusan Mahkamah Agung (MA).

Pasalnya putusan tersebut mengabulkan kasasi sekaligus membebaskan terdakwa kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung, yang merugikan negara hingga Rp 4,58 triliun. Putusan para hakim agung itu dirasa 'aneh bin ajaib'.

"Pertama, KPK menghormati putusan MA. Namun demikian, KPK merasa kaget, karena putusan ini aneh bin ajaib, karena bertentangan dengan putusan hakim pada pengadilan negeri dan pengadilan tinggi," kata Laode dalam keterangan tertulis, Selasa (9/7).

Laode juga memandang adanya perbedaan sikap dari tiga hakim yang memutus kasasi juga baru kali ini terjadi. "Ketiga hakim kasasi berpendapat bahwa Syafruddin Arsyad Tumenggung dianggap terbukti melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya. Tapi, para hakim MA berbeda pendapat.

Ketiga pendapat yang berbeda seperti ini mungkin baru kali ini terjadi," kata Laode.

Dalam amar putusan MA kasasi dari Syafruddin ini, terdapat dissenting opinion atau perbedaan pendapat antarhakim. Ketua majelis hakim Salman Luthan sepakat dengan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Namun, anggota hakim 1 Syamsul Rakan Chaniago memandang perbuatan terdakwa Syafruddiin merupakan perbuatan hukum perdata. Sementara itu, anggota hakim 2 Mohamad Askin memandang perbuatan terdakwa Syafruddiin merupakan perbuatan hukum administrasi.

"Ketiga hakim kasasi berpendapat bahwa Syafruddin Arsyad Tumenggung dianggap terbukti melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya, tapi para hakim MA berbeda pendapat bahwa perbuatan terdakwa," jelas Laode.

Baca: Suprapto: Program Pendidikan untuk Wartawan Menjadi Program Unggulan PWI Pusat

Baca: Bupati Baca Amanat Presiden Dalam HUT Bhayangkara ke-73, Ada Ucapan Terimakasih Terhadap Polri

Baca: DPMPD Sintang Prioritaskan Penanganan IDM Terhadap 86 Desa Status Sangat Tertinggal

"Ketiga pendapat yang berbeda seperti ini mungkin baru kali ini terjadi," imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved