Stan Pameran Festival Budaya di Bengkayang Meningkatkan Penghasilan Kaum Perempuan

Sedikitnya ada 26 stan kuliner rakyat, 20 stan kuliner umum dan 26 stan pameran turut berpartisipasi

Stan Pameran Festival Budaya di Bengkayang Meningkatkan Penghasilan Kaum Perempuan
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Satu di antara peserta stan pameran, Lusia Jumyanti melihat produk-produk pengrajin yang ditampilkan disalah satu stan pameran Festival Budaya Dayak ke-1 Kalimantan Barat di Ramin Bantang, Kabupaten Bengkayang, Rabu (10/7/2019). Festival Budaya Dayak ke-1 di Ramin Bantang dimeriahkan oleh 26 stan kuliner rakyat, 20 stan kuliner umum dan 26 stan pameran. 

Stan Pameran Festival Budaya di Bengkayang Meningkatkan Penghasilan Kaum Perempuan

BENGKAYANG - Sedikitnya ada 26 stan kuliner rakyat, 20 stan kuliner umum dan 26 stan pameran turut berpartisipasi dalam memeriahkan Festival Budaya Dayak ke-1 Kalimantan Barat di Ramin Bantang, Kabupaten Bengkayang.

Satu di antara peserta stan pameran kategori perorangan dari kota Pontianak, Lusia Jumyanti mengaku omzet perhari rata-rata Rp 5 juta.

"Hari pembukaan malah lebih besar (omset), hari kedua 5 jutaan, rata-rata perhari 5 juta lah," kata Lusi saat ditemui disela-sela menata produk di stan Pameran, di Ramin Bantang, Rabu (10/7/2019).

Stan mereka menyediakan aksesoris khas Dayak, manik-manik,seperti kalung, cincin, peci dari manik-manik, baju adat, mandau dan tangkint.

Baca: Terdakwa BLBI Bebas, KPK Kaget Atas Putusan MA

Baca: Suprapto: Program Pendidikan untuk Wartawan Menjadi Program Unggulan PWI Pusat

Baca: DPMPD Sintang Prioritaskan Penanganan IDM Terhadap 86 Desa Status Sangat Tertinggal

"Lumayan ramai lah pengunjungnya, terutama dari sore sampai jam 11 malam, memang kalau pagi agak sepi, kan mereka pada kerja dan sekolah," ujar Lusi.

Terutama yang paling laris itu aksesoris dayak seperti gelang, cincin, kalung, anting-anting dan syal dayak.

"Pembeli bilang setidaknya ada kenangan di festival budaya dayak ni, kalau udah sore tu pengunjungnya malah banyak warga dari luar Bengkayang lo," tambah Lusia.

Ia berharap semoga perhelatan Festival Budaya Dayak ke-2 Kalimantan Barat berikutnya lebih baik lagi, lebih meriah, karena dengan adanya festival seperti ini bisa meningkatkan pendapatan para pengrajin lewat stan-stan pameran ini.

"Karena yang kami tampilkan semuanya ini kan dari pengrajin, dan bisa meningkatkan penghasilan kaum perempuan juga karena yang membuat inikan rata-rata perempuan," pungkasnya.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved