Era Revolusi Industri 4.0 Menimbulkan Peluang dan Tantangan bagi Industri Jasa Keuangan

Lanjutnya ia mengatakan Pengembangan dialog yang berkelanjutan dan terbuka antara pemerintah, regulator,

Era Revolusi Industri 4.0 Menimbulkan Peluang dan Tantangan bagi Industri Jasa Keuangan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Moch Riezky F Purnomo 

Era Revolusi Industri 4.0 Menimbulkan Peluang dan Tantangan bagi Industri Jasa Keuangan

PONTIANAK - Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalbar, M Riezky F Purnomo menghadiri acara yang di gelar oleh Tempo Media Group dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan tema Manfaat Ekonomi Fintech Lending di Gedung UMKM Center Pontianak, Rabu (10/7/2019).

Riezky mengatakan saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0, yang mempunyai pengaruh besar terhadap proses produksi dan bisnis di seluruh sektor industri. 

Revolusi industri generasi keempat ini ditandai dengan kemunculan teknologi terapan seperti advanced robotic, artificial intelligence (AI), internet of things (loT), virtual and augmented reality, additive manufacturing, e-commerce, big data, shared economies, dan Financial Technology atau yang lebih dikenal sebagai fintech.

“Era Revolusi Industri 4.0 menimbulkan peluang dan tantangan besar bagi Industri Jasa Keuangan. Revolusi industri 4.0 akan menghasilkan peningkatan efisiensi, penurunan biaya produksi dan penyederhanaan proses bisnis. Industri Jasa Keuangan harus terus mengintensifkan pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya dalam rangka efisiensi namun juga karena tuntutan masyarakat yang menghendaki proses transaksi yang semakin mudah dan efisien,” jelas Riezky.

Baca: BREAKING NEWS: Heboh! Warga Temukan Mayat Bayi Laki-laki di Lanting Sungai Kapuas

Era Revolusi Industri 4.0 adalah era digital telah mengiring masyarakat kepada berbagai hal yang praktis dan tanpa batas, semua transaksi keuangan dilakukan melalui gadget seperti melakukan transfer dana, berinvestasi hingga memperoleh pembiayaan. 

“Hal ini yang kita kenal dengan sebutan Financial Technologi atau FinTech. FinTech sendiri berarti teknologi dan inovasi baru yang dikembangkan untuk memperluas dan mempermudah akses masyarakat dengan layanan jasa keuangan. Fintech diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, dengan segala kemudahan dan efisiennya, mampu menjangkau masyarakat lebih luas, sehingga masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh layanan jasa keuangan konvensional juga dapat tersasar, dan pada akhirnya mempercepat pengembangan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator di sektor jasa keuangan terus mendorong pertumbuhan industri peer to peer lending atau fintech lending untuk peningkatan inklusi keuangan khususnya perluasan akses permodalan UMKM.

Untuk mendukung secara penuh pendanaan UMKM, OJK memiliki dua pilihan yaitu mendorong fintech lending meningkatkan kapasitas pendanaan produktif (kualitas) atau mendorong kemudahan pendaftaran fintech lending produktif secara masif (kuantitas).

“Berbagai upaya penguatan fintech lending juga sedang dilakukan OJK untuk mendorong pertumbuhan industri fintech lending antara lain Penyusunan peraturan teknis terkait pelaksanaan pendaftaran, perizinan, pengawasan, sistem monitoring online fintech lending, termasuk penggunaan E- KYC (electronic know your custumer), bimoteric, digital signature, dan dokumen elektronik, kemudian Pengembangan kolaborasi antara industri jasa keuangan incumbent dengan penyelenggara fintech lending untuk membangun dan memperku at ekosistem ekonomi digital,” kata Riezky.

Halaman
12
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved