DPRD Kalbar Terbitkan 11 Perda Inisiatif, Diklaim Berkualias dan Bermanfaat Untuk Masyarakat

Tanto Yakobus mengungkapkan jika pihaknya menerbitkan 11 perda inisiatif pada 2018 dan telah disosialisasikan di kabuaten kota se-Kalbar

DPRD Kalbar Terbitkan 11 Perda Inisiatif, Diklaim Berkualias dan Bermanfaat Untuk Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kalbar, Tanto Yakobus saat mensosialisasikan perda dan diterima oleh Libertus, staf ahli bidang administrasi Pemerintahan kota Singkawang. 

DPRD Kalbar Terbitkan 11 Perda Inisiatif, Diklaim Berkualias dan Bermanfaat Untuk Masyarakat

PONTIANAK - Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kalbar, Tanto Yakobus mengungkapkan jika pihaknya menerbitkan 11 perda inisiatif pada 2018 dan telah disosialisasikan di kabuaten kota se-Kalbar

"Untuk tahun 2018 ini DPRD Provinsi Kalbar sudah menyalurkan dan mengesahkan 11 perda, dan 11 perda itu sudah disahkan dilembaran daerah, namun masyarakat awam belum tahu bahwa DPRD Provinsi sudah menghasilkan 11 perda untuk 2018," katanya, Rabu (10/07/2019).

Ketua Fraksi Demokrat ini menerangkan, keberhasilan kinerja DPRD dilihat dari berapa jumlah perda yang dihasilkan, bukan dari jumlah bangunan yang dibuat, atau kilometer jalan yang dibuat.

Baca: Wagub Kalbar Minta Polisi Segera Cek Puluhan E-KTP Aspal Dari Tersangka Pengedar Narkoba

Baca: Niat Hati Ingin Berikan Kejutan Pada Ashanty Ibunya, Arsy Malah Kecewa Gara-gara Ini!

Baca: Momen Lucu Member BTS Ini Buktikan Mereka Lupa Kaya, ARMY Tak Bisa Menahan Tawa!

"Perda tersebut tentu perda berkualitas dan bermanfaat untuk kemajuan daerah," katanya.

"Satu diantaranya pada 2018 kemarin kita buat perda pariwisata, kita sudah studi banding ke Bali, studi banding ke Jawa Barat, bahwa daerah kita juga potensi wisatanya luar biasa, destinasi wisata ada, tapi tidak pernah diumumkan keluar," timpalnya.

Destinasi wisata di Kalbar, lanjutnya, seperti Danau Sentarum di Kapuas Hulu, Temajuk di Sambas, Pulau Lemukutan dan Randayan di Bengkayang, wisata budaya di Singkawang serta potensi wisata daerah lainnya.

"Kita dukung dengan perda pariwisata dengan harapan dengan perda itu wisata kita tumbuh, ekonomi membaik, hotel tumbuh dan kunjungan wisatawan meningkat," tutur Anggota DPRD Dapil Sanggau-Sekadau ini.

Lebih lanjut dijelaskannya, dengan adanya perda parawisata maka mesti didukung dengan perda pramuwisata.

"Kita belajar di Bali dan Jawa Barat, setiap orang datang ke Bandara sudah ada yang menyambut, dan itu harus pihak ketiga yang menyediakan jasanya, maka kita dukung dengan adanya perda, agar ada rambu-rambunya, dengan harapan mengembangkan dan meningkatkan pariwisata tidak begitu sulit," jelasnya

Selain itu, kata Tanto, ada pula perda jalan angkutan umum dan angkutan khusus, seperti di Banjarmasin ada jalan khusus untuk perusahaan mengangkut hasil tambang, atau perkebunan.

Jalan khusus hanya untuk perusahaan, artinya, ungkap dia, jalan negara atau jalan umum tidak diperbolehan untuk angkutan tambang atau perkebunan dengan harapan jalan yang dibangun negara umurnya akan lebih lama.

Maka dengan perda itu, kata dia, akan diatur, boleh misalnya angkutan perusahaan lewat jalan negara dengan membayar kontribusi tertentu guna perawatan jalan yang rusak.

"Kalau dinilai kerja DPRD pada 2018 dengan menghasilkan 11 perda dianggap baik, dianggap prestasi bagus, tahun sebelumnya ada 6 perda, tahun sebelumnya ada 13, artinya ada perda yang ditarik diganti, atau perda kita gunakan didaerah namun dicoret dipusat, maka kita ganti. Untuk 2019 ada 3 raperda yang kita bahas, raperda tentang pramuwisata, raperda dengan SOPD dan raperda penyertaan modal untuk Bank Kalbar," tutupnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved