Diskes Pontianak Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan di Puskesmas

"Tenaga perawat itu idealnya di setiap puskemas itu berjumlah lima orang. Sekarang itu rata-rata di setiap puskemas itu baru tiga," ujarnya

Diskes Pontianak Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan di Puskesmas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak dr Sidiq Handanu saat diwawancarai Tribun Pontianak, Minggu (12/11/2017) siang. 

Diskes Pontianak Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan di Puskesmas

PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan jika dikaitkan dengan analisis beban kerja kondisi tenaga-tenaga kesehatan yang berada di Puskesmas masih ada beberapa tenaga yang masih kurang.

Beberapa di antaranya itu merupakan tenaga dokter.

"Walaupun posisinya sekarang sudah penuh untuk tenaga dokter akan tetapi itu diisi oleh dokter yang bukan PNS," ujarnya Rabu (10/7/2019)

Ia mengatakan selain dokter, tenaga kesehatan dari bidang perawat juga masih dirasa kurang termasuk juga tenaga dari bidang publik health seperti tenaga kesehatan lingkungan, dan tenaga promosi kesehatan yang banyak diisi oleh para tenaga non PNS.

"Tenaga perawat itu idealnya di setiap puskemas itu berjumlah lima orang. Sekarang itu rata-rata di setiap puskemas itu baru tiga, jadi masih kurang dua," ujarnya.

Baca: Syarat untuk Pendaftaran THL Tahap Ketiga, Berikut Penjelasan Kadiskes Pontianak

Baca: Gelar Konferensi Pers, Ini Penjelasan Kadiskes Pontianak Terkait Meninggalnya RWP Usai Imunisasi MR

Kendati demikian, Sidiq mengatakan peningkatan layanan seluruh puskesmas di Kota Pontianak tetap akan diwujudkan dengan memaksimal tenaga yang ada saat ini.

"Peluang untuk perekrutan tenaga saat ini selain melalui mekanisme perekrutan tenaga CPNS, ada juga perekrutan yang bisa dilakukan dan dibiayai oleh puskesmas sendiri melalui dana BLUD," ujarnya

Namun kata Sidiq jumlah rekrutmen juga terbatas. Puskesmas BLUD saat ini maksimal hanya mampu melakukan perekrutan tenaga honor satu atau dua orang saja.

"Kita juga ada dibantu oleh tenaga kesehatan yang dibiayai dari pemerintah pusat," ujarnya.

Pihaknya sangat mengharapkan memang terdapat penambahan formasi perekrutan CPNS dari tenaga kesehatan. Sebab untuk keperluan regenerasi hanya tenaga dengan status PNS yang bisa dibina dan ditingkatkan kompetensinya.

"Karena kalau tenaga kontrak itu sewaktu-waktu bisa hilang yang disebabkan oleh berbagai macam faktor," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved