80 TKI Dideportasi dari Malaysia, Tiba di Dinsos Kalbar

Ia melanjutkan, hampir rata-rata yang dibawa ke Dinas Sosial Provinsi Kalbar adalah pekerja yang ilegal. Yakni tidak memiliki izin tinggal dan paspor.

80 TKI Dideportasi dari Malaysia, Tiba di Dinsos Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Para TKI yang di deportasi dari Malaysia saat tiba dan didata oleh Dinas Sosial Provinsi Kalbar, Rabu (10/7/2019) sore.  

80 TKI Deportasi dari Malaysia, Tiba di Dinsos Kalbar

PONTIANAK - Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat memulangkan sebanyak 80 orang TKI yang di deportasi dari Malaysia. Para TKI tersebut tiba di Dinas Sosial Provinsi Kalbar, Rabu (10/7/2019) sore, dan sementara ini ditampung ditempat tersebut sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.  

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, Yuline Marheine mengatakan total keseluruhan warga negara Indonesia yang dibawa oleh pihaknya sebanyak 80 orang. Adapun rinciannya laki-laki sebanyak 62 orang dan wanita sebanyak 18 orang ditambah dengan satu orang anak kecil. 

"Totalnya ada 83, namun yang sampai ke sini (Dinsos) hanya 80 orang, ada tiga orang yang turun di wilayah Entikong. Pulang sendiri, mandiri karena warga asli Kalbar. Ada satu juga yang ibu hamil," ujarnya. 

Baca: Roger Danuarta Dideportasi dari Malaysia, Sempat Dipenjara 4 Bulan dan Dihukum Cambuk

Baca: 84 Pekerja Migran Indonesia di Deportasi melalui PLBN Entikong

Ia melanjutkan, hampir rata-rata yang dibawa ke Dinas Sosial Provinsi Kalbar adalah pekerja yang ilegal. Yakni tidak memiliki izin tinggal dan paspor. 

"Jadi istilahnya ada yang punya paspor izin wisata tapi bukan untuk bekerja," katanya. 

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat terutama warga Indonesia yang bekerja di luar negeri dan sudah kembali ke Indonesia, untuk menyampaikan ke sanak saudara serta keluarganya untuk tidak bekerja ke luar negeri. Karena, kebanyakan yang sudah kembali ke tanah air justru bermasalah. 

"Ada yang sakit, ada yang dideportasi, bekerjanya tidak sesuai dengan harapan karena iming-iming dari agen itu bahwa gaji mereka besar dan bekerjanya gampang," tukasnya. 
 

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved