Tunggakan Peserta BPJS di Mempawah Tinggi, Endang Nilai Masyarakat Belum Sadar Bayar Iuran JKN

"Inikan program gotong-royong, kita membayar iuran untuk membantu mereka yang sedang sakit dan berobat,"

Tunggakan Peserta BPJS di Mempawah Tinggi, Endang Nilai Masyarakat Belum Sadar Bayar Iuran JKN
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Kepala BPJS Kesehatan Mempawah Endang Puryanti saat di temui Tribun Pontianak. Selasa (04/12/2018) 

Tunggakan Peserta BPJS di Mempawah Tinggi, Endang Nilai Masyarakat Belum Sadar Bayar Iuran JKN

MEMPAWAH - Kepala BPJS Kabupaten Mempawah, Endang Puryanti mengungkapkan bahwa jumlah tunggakan peserta JKN mencapai Rp. 8.5 miliar di Mempawah.

Menurut Endang hal itu disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap iuran program JKN membuat tingginya angka tunggakan di beberapa wilayah Kalbar khususnya Kabupaten Mempawah.

"Memang iya masyarakat mendaftar, tapi hanya pada saat membutuhkan saja, atau pada saat sakit, setelah itu, karena sedang membutuhkan apapun syaratnya mereka penuhi, bahkan kalau harus autodebet sekalipun, setelah terbayarkan semua biaya berobat mereka tidak membayar lagi," tuturnya.

Meskipun sudah di autodebet kata Endang, saat saldonya masih ada mereka masih membayar, tetapi kalau saldonya habis, sudah jatuh tempo membayar, saldo itu kosong tidak terisi, akhirnya menunggak dan semakin besar di bulan-bulan selanjutnya.

Baca: Peserta BPJS Mandiri di Mempawah Paling Banyak Menunggak Iuran JKN

Baca: Update Data BPJS Kesehatan Lakukan Rekonsiliasi dengan Jajaran Satker Kepolisian Daerah Kalbar

Endang mengaku, pihaknya juga sudah sering menyampaikan pada saat mendaftar, dan di media-media elektronik, bahwa pembayaran iuran jatuh pada tanggal 10 setiap bulannya.

"Inikan program gotong-royong, kita membayar iuran untuk membantu mereka yang sedang sakit dan berobat, begitu juga saat kita sakit tidak mungkin jumlah iuran kita cukup untuk membayar biaya berobat kita," ujarnya.

Untuk tahun 2018 lalu kata dia, penerimaan BPJS Kesehatan berjumlah sekitar Rp. 23.8 miliar, sedangkan Biaya Pelayanan Kesehatan (Bipelkes) 2018 sekitar Rp. 46.1 miliar, ada minus nyaris 100% di tahun lalu, dan tahun ini, Endang memprakirakan akan terjadi hal serupa jika peserta masih saja menunggak pembayaran.

"Rasio klaim di Kabupaten Mempawah ini sangat tinggi, tidak seimbang antara pemasukan dan pengeluaran, makanya kami imbau masyarakat untuk membayar," pungkasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved