Peserta BPJS Mandiri di Mempawah Paling Banyak Menunggak Iuran JKN

beberapa masyarakat pola pikirnya perlu dirubah, yakni mereka yang beranggapan selama ini merasa tidak memakai BPJS karena tidak sakit

Peserta BPJS Mandiri di Mempawah Paling Banyak Menunggak Iuran JKN
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Kepala BPJS Kesehatan Mempawah Endang Puryanti saat di temui Tribun Pontianak. Selasa (04/12/2018) 

Peserta BPJS Mandiri di Mempawah Paling Banyak Menunggak Iuran JKN

MEMPAWAH - Kepala BPJS Kabupaten Mempawah, Endang Puryanti menyebutkan, iuran peserta JKN yang ditanggung oleh pemerintah daerah tidak mengalami masalah tunggakan.

"Yang masih sangat besar itu adalah tunggakan peserta mandiri, andaikan itu terbayarkan kata dia, paling tidak membantu memperkecil defisit di Kabupaten Mempawah," ujarnya, Selasa (9/7/2019).

Untuk menanggulangi tunggakan peserta mandiri, BPJS Kabupaten Mempawah mempunyai kader JKN yang membantu mengingatkan peserta di daerah binaannya agar membayar tepat waktu, selain itu petugas BPJS juga mengingatkan melalui telepon untuk membayar iuran.

Endang menyebutkan, bahwa ada beberapa masyarakat pola pikirnya perlu dirubah, yakni mereka yang beranggapan selama ini merasa tidak memakai BPJS karena tidak sakit, enggan untuk membayar iuran, akhirnya tunggakan membengkak, meski peserta tersebut tidak bisa dikeluarkan dari JKN.

Baca: Pasukan Amal Shaleh Mempawah Harap Gerakan Mempawah Bersedekah Sampai ke Nasional

Baca: Bupati Erlina Ajak Masyarakat Giatkan Gerakan Mempawah Bersedekah

"Peserta yang tidak membayar bulan ini, saat melewati jatuh tempo bulan depan kepesertaannya terhitung sudah tidak aktif, tapi tidak serta merta putus kemitraan, hanya tidak aktif saja, dan bisa di aktifkan kembali dengan melunasi iuran dan tunggakan sesuai jumlah, kepesertaan akan putus jika yang bersangkutan meninggal dunia," tuturnya.

Bagi masyarakat yang merasa diberatkan dengan denda dan tunggakan, Endang mengatakan, sejak awal peserta sudah diberi penjelasan, jika tidak membayar akan menanggung resiko seperti itu.

"Perlu diketahui adalah, jika ada peserta BPJS yang menunggak dan melakukan rawat jalan, tidak akan dikenakan denda pelayanan, tapi jika yang bersangkutan rawat inap, maka harus membayar denda pelayanan sesuai ketentuan berlaku," jelasnya.

Khusus untuk RSUD Rubini saja, Endang menyebutkan rata-rata perbulan mereka mengklaim di BPJS sebesar Rp. 1.2 miliar sampai Rp 1.4 miliar.

Baca: Update Data BPJS Kesehatan Lakukan Rekonsiliasi dengan Jajaran Satker Kepolisian Daerah Kalbar

Baca: Ganti FKTP BPJS Kesehatan Bisa Melalu Mobile JKN, Ini 5 Kemudahannya

"Memang di beberapa daerah terkadang kita mendengar ada masalah klaim dari rumah sakit ke BPJS, namun di Mempawah tidak ada seperti itu, sepanjang klaim sesuai prosedur kita tidak ada masalah, dan akan langsung mencairkan," ujarnya.

Kecuali kata dia, ada temuan saat verifikasinya ada data yang tidak sesuai, maka akan kita verifikasi secara manual, sampai saat ini seluruh pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kabupaten Mempawah belum ada masalah menonjol.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved