Perbedaan Cuaca, Kalbar dan Arab Saudi, Calon Jemaah Haji Harus Lakukan Persiapa Ini

Terhitung sekitar seminggu calon jemaah haji asal Kalbar mulai diberangkatakan ketanah suci untuk menjalankan ibadah haji

Perbedaan Cuaca, Kalbar dan Arab Saudi, Calon Jemaah Haji Harus Lakukan Persiapa Ini
bmkg.go.id
UPDATE Peringatan Dini Cuaca Kalteng | Potensi Hujan, Kilat dan Angin Kencang di 9 Kabupaten, Rabu (19/6/2019). 

Perbedaan Cuaca, Kalbar dan Arab Saudi, Calon Jemaah Haji Harus Lakukan Persiapa Ini

PONTIANAK - Terhitung sekitar seminggu calon jemaah haji asal Kalbar mulai diberangkatakan ketanah suci untuk menjalankan ibadah haji yang merupakan satu diantara rukun islam yang ke lima ini.

Perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi haruslah menjadi atensi setiap jemaah yang akan melaksanakan ibadah tersebut.

Sudah menjadi persoalan setiap tahunnya, adanya perbedaan cuaca antar Indonesia dan Arab Saudi tak jarang membuat para jemaah banyak mengalami kendala.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalbar, Ridwansyah menjelaskan bahwa cuaca memang cukup panas disana sehingga setiap peserta harus menyesuaikan dan banyak minum air putih serta makan buah.

Baca: Polsek Mukok Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Tata Tertib Berlalu Lintas

Baca: Calon Jemaah Haji Asal Kalbar Tertua 93 Tahun, Tanggal 14 Mulai Pemberangkatan

Baca: Waspada! Gelombang di Atas 2 Meter Masih Berpotensi di Selat Karimata

"Udara disana beda dengan Indonesia dan Kalbar, tingkat kelembabannya rendah, sehingga udara kering jadi tidak heran ada yang mudah terkena batuk, mimisan dan sakit," ucap Ridwansyah saat diwawancarai, Selasa (9/7/2019)..

I menyarankan setiap jemaah harus menggunakan masker yang basah, supaya udara yang dihirup bisa bisa basah atau lembab juga

"Jemaah harus persiapkan diri dengan sebaik mungkin. Kalau ada apa-apa bisa koordinasi dengan dokter yang ada disetiap kloter," sarannya.

Ia menegaskan, setiap kloter ada satu dokter,dua tenaga medis perawatan dan satu pimpinan kloter dan satu pembimbing ibadah.

Setiap jemaah bisa meminta arahan serta berkonsultasi pada merela yang ditugaskan mendampingi kloter tersebut.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved