Hadiri Beraum Raya DAD Sanggau, Paolus Hadi: Jangan Lupakan Sejarah

Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau menggelar beraum raya di aula Gedung KIR di kompleks rumah betang raya dori mpulor Kabupaten Sangggau

Hadiri Beraum Raya DAD Sanggau, Paolus Hadi: Jangan Lupakan Sejarah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Suasana beraum raya yang digelar DAD Sanggau di rumah betang raya dori mpulor Kabupaten Sangggau, Selasa (9/7/2019). 

Hadiri Beraum Raya DAD Sanggau, Paolus Hadi: Jangan Lupakan Sejarah

SANGGAU - Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau menggelar beraum raya di rumah betang raya dori mpulor Kabupaten Sangggau, Selasa (9/7/2019).

Hadir juga Ketua dewan pertimbangan (Wantim) DAD Sanggau, Paolus Hadi, Ketua DAD Sanggau, Yohanes Ontot, Sekretaris DAD Sanggau, Urbanus dan penggurus DAD Sanggau, dewan pakar DAD Sanggau, PDKS serta ketua DAD Kecamatan se-kabupaten Sanggau, dan undangan lainya.

Wantim DAD Sanggau, Paolus Hadi menegaskan kepada semua peserta beraum raya DAD Sanggau agar tidak melupakan sejarah, yakni  bagimana DAD mulai ada.

"Sekitar 25 tahun lalu kita berorganisasi juga masih cukup sulit dijaman itu. Dengan keterbatasan dan juga pada saat itu bagaimana juga pemerintah sangat peludi sejauh mana si lembaga-lembaga rakyat ini didirikan. Artinya ya tidak juga gampang mendirikan sebuah lembaga seperti ini dijaman itu, "katanya, Selasa (9/7/2019).

Baca: Hilang Selama 6 Hari di Hutan, Tim Gabungan Temukan Nenek Sudah Tak Berdaya

Baca: FOTO: Pemusnahan Barang Bukti 26,28 Kg Sabu Hasil Pengungkapan Polda Kalbar dan Polresta Pontianak

Baca: Bupati dan Ketua DPRD Sekadau Teken Prasasti Launching Pembangunan SPN Polda Kalbar di Singkawang

Bupati Sanggau itu juga menceritakan bagaimana sampai saat ini kita sudah memiliki rumah betang. "Maksud saya, jangan melupakan sejarah itu. Sehingga itu memberi pemicu bahwa kita berjuang tidak juga langsung melompat. Kita semua saksi sejarah untuk itu, termasuklah saya, "tegasnya.

"Saya juga bangga ternyata masyarakat dayak tahu masalahnya. Kemudian mereka juga bertanya mengapa orang lain belum mau terlalu peduli juga dengan orang dayak, dan sejauh mana kita bisa melakukanya, merubahnya. Ini tentu pengetahuan ini sebuah kemajuan menurut saya, dan saya ingatkan bahwa negara lain yang maju juga umurnya tak hanya 100 tahun. Demikian juga organisasi dayak ini, "tambahnya.

Kita, lanjutnya, melaksanakan gawai dayak baru 15 tahun. Dan DAD sendiri baru sekitar 25 tahun. "Jadi kita jangan terlalu berkecil hati kalau kita belum sempurna, belum lebih baik. Tapi kita mengerti masalah kita itu sudah hebat, "ujarnya.

PH menambahkan, memang ada keinginan juga tiap kecamatan memiliki rumah betang, untuk itulah ia menyarankan agar dimasukan dalam maklumat atau kesepakatan. "Soal siapa yang membangun itu bisa saja bagian dari pemerintah, tapi masyarakat adat harus punya peran disitu, "tegasnya.

Dan, lanjutnya, tidak semua ibu kota Kecamatan memiliki rumah betang. Saat ini juga sedang ada yang membangun. "Tapi kalau itu sudah menjadi kesepakatan harus semua punya, ya semua harus mempersiapkan tanahnya, bagaimana gotong royongnya dan seterusnya. Hampir 14 yang belum, yang hampir sempurna hanya di Paridu. Yang lain baru membangun, "ujarnya.

Sementara itu, Ketua DAD Sanggau  Yohanes Ontot menambahkan, salah satu tunuan beraump raya ini adalah bagaimana kita hari mengevaluasi hasil beraump tahun lalu. "Sejauh mana yang menjadi kesepakatan tahun lalu itu bisa kita laksanakan dan apa saja yang belum kita laksanakan. Serta hambatannya seperti apa, ini yang kita jadikan patokan kita, "katanya.

Wakil Bupati Sanggau itu menjelaskan, hal yang lainya juga membahas hal-hal yang berkembang. Karena hari ini juga akan menjadi rekomendasi untuk tahun berikutnya.

"Tahun berikutnya kita evaluasi lagi. Tapi tahun berikutnya berkembang lagi dia. Oleh karena itu hari ini kita melahirkan satu rekomendasi secara umum dan maklumatnya. Ini menjadi satu dasar penekanan yang memang tidak berubah untuk jangka waktu sekian tahun. Tapi tetap kita evaluasi dalam maklumat itu, sejauh mana maklumat itu bisa kita implementasikan, "katanya tanpa menyebutkan isi dari maklumat itu.

Kemudian, berkaitan dengan rencana kerja. Dan tentu keterkaitan dari rekomendasi umum yang sudah menjadi kesepakatan. Maklumatnya nanti akan kita implementasikan didalam rencana kerja yang mana menjadi kewenangan DAD Kabupaten dan yang mana nanti kita sinergikan untuk DAD Kecamatan.

"Misalnya dia minta rumah betang, tapi kita sinergikan. Lahanya ada belum, sejauh mana keterlibatan masyarakat adat dayak. Jadi tak hanya tergantung pada pemerintah, harus ada swadayanya, "ujarnya

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved