REI Kalbar Pesimis Untuk Bisa Mencapai Target Penjualan Hunian di 2019

Ketua Dewan Pengurus (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Kalbar, Isnaini mengaku pesimis untuk bisa mencapai target penjualan hunian

REI Kalbar Pesimis Untuk Bisa Mencapai Target Penjualan Hunian di 2019
TRIBUNPONTIANAK/Maudy Astri Utami
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalbar, Isnaini 

REI Kalbar Pesimis Untuk Bisa Mencapai Target Penjualan Hunian di 2019

PONTIANAK - Ketua Dewan Pengurus (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Kalbar, Isnaini mengaku pesimis untuk bisa mencapai target penjualan hunian di tahun 2019 ini.

Isnaini mengatakan target penjualan hunian tahun ini sebanyak 5500 unit rumah. Dan untuk penjualan hunian pada Triwulan 1 2019, baru mencapai 770 unit.

“Pada Triwulan 1, yaitu mulai Januari hingga Maret 2019 kita baru menjual 770 unit rumah. Kemudian pada Triwulan ke 2 ini kita sedang dalam proses pendataan, tapi sedikit menurun dibanding dengan sebelum bulan puasa kemarin, sekitar 5 sampai 10 persen lah turunnya,” ungkap Isnaini kepada Tribun Pontianak, Senin (8/7).

Baca: Kepala SMAN 1 Teluk Batang Sambut Baik Sosialisasi Bahaya Narkoba dari Polisi

Baca: Polsek Teluk Batang Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah

Baca: Jadwal Rangkaian Acara Festival Budaya Dayak di Ramin Bantang Bengkayang

Ia menduga menurunnya penjualan ini disebabkan karena bertepatan dengan momen Lebaran dan tahun ajaran baru anak-anak masuk sekolah, sehingga banyak masyarakat yang mengeluarkan dana untuk kebutuhan tersebut.

“Kita pesimis untuk mencapai target 5500 unit itu, karena sudah semester pertama ini kuota Fasilitas Likuiditas Penyediaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah sudah habis, ada beberapa bank yang sudah habis,” kata Isnaini.

Ia pun berharap agar Bank-bank yang tersisa yaitu Bank BTN, Bank Kalbar dan Bank BRI Syriah tetap mengadakan fasilitas tersebut, sehingga REI Kalbar tetap melakukan pembangunan dan penjualan.

“Tapi kita tetap barusaha untuk meningkatkan penjulan. Kemarin Ketua Umum REI sudah melaporkan kepada menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat beserta (PUPR) beserta direktur Utama Bank BTN. Kita rapat di Jakarta, agar ditambah anggaran subsidinya dan kita berharap kepada bank BTN agar bisa memberlakukan sistem Subsidi Selisih Bunga (SSB). Masalah ini merupakan masalah nasional, bukan di Kalbar saja, faktornya dianggarann itu,” jelas Ketua DPD REI Kalbar ini.

Selain telah melaporkan kepada Menteri PUPR, upaya REI Kalbar untuk meningkatkan penjualan yaitu dengan melakukan pameran di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, yang dimulai pada 7 Juli 2019 kemarin.

“Kemudian nanti kita juga akan mengadakan REI Expo di PCC pada 11 September hingga 15 september 2019 mendatang. Akan ada doorprize rumah nanti,” pungkasnya.

Penulis: Mia Monica
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved