Puteri Pendidikan Kalbar 2019 Wellyanita Tunjukkan Kepedulian Pendidikan di Pelosok Desa

Wellyanita adalah mahasiswa tingkat akhir jurusan Kesehatan Masyarakat, di Universitas Muhammadiyah Pontianak kampus Sintang

Puteri Pendidikan Kalbar 2019 Wellyanita Tunjukkan Kepedulian Pendidikan di Pelosok Desa
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Puteri Pendidikan Kalbar 2019, Wellyanita 

Puteri Pendidikan Kalbar 2019 Wellyanita Tunjukkan Kepedulian Pendidikan di Pelosok Desa

PONTIANAK - Wellyanita (23) berasal dari Serawai, Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat terpilih menjadi Puteri Pendidikan Kalbar 2019, dan mewakili Kalbar untuk pemilihan Puteri Pendidikan Indonesia beberapa waktu lalu.

Wellyanita adalah mahasiswa tingkat akhir jurusan Kesehatan Masyarakat, di Universitas Muhammadiyah Pontianak kampus Sintang.

Ia mengatakan beberapa waktu lalu ia baru saja mengikuti audisi di Bandung untuk pemilihan puteri pendidikan Indonesia ditemani juga oleh putera pendidikan Kalbar 2019. Namun langkah keduanya belum bisa menjadi pemenang dalam ajang tersebut.

Alumni jambore pemuda Indonesia tahun 2016 perwakilan Kalbar ini juga mengatakan hanya dua orang perempuan saja yang mempunyai kesempatan mewakili Kalbar di ajang nasional tersebut.

Ia juga akan dilantik menjadi puteri Pendidikan Kalbar 2019 dalam waktu dekat ini, karena beberapa waktu lalu ia sudah mengikuti karantina.

Baca: TRIBUNWIKI: 7 Keunggulan Investasi Logam Mulia yang Ditawarkan Pegadaian, Bisa Dicicil Loh!

Baca: TERPOPULER - Peringatan Dini Gerakan Tanah, Hasil & Klasemen Liga 2, hingga Klasemen MotoGP 2019

Selain berstatus mahasiswa, ia juga aktif di Generasi Pesona Indonesia (Genpi). Ia menjelaskan alasannya tertarik ikut dalam ajang pemilihan putera dan puteri Pendidikan Kalbar 2019 karena ia sangat tertarik dengan isu pendidikan dan keadaan pendidikan yang dianggapnya masih kurang khususnya di Kalbar

"Pendidikan di Kalbar masih kurang apa lagi di pelosok desa masih banyak sekolah kekurangan dari segi fasilitas nya, guru, sarana dan prasarana," ujarnya kepada Tribun Pontianak, minggu (7/7/2019).

Situasi dan keadaan seperti itu nyata ia rasakan ketika dirinya ikut ekspedisi ke sekolah. Ia melihat kondisi jalan yang rusak dan letak desa jauh dari perkotaan.

"Walaupun aku jurusan kesehatan, tapi bukan berarti tidak peduli tentang pendidikan. Karena lihat keadaan waktu ekspedisi kmren itu anak-anak sangat membutuhkan pemuda seperti kita ini. Walaupun tak banyak yang bisa kita beri. Tapi itu sangat berarti buat mereka," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved