Kejari Pontianak Nilai Bank Kalbar Kurang Etis Laporkan Kasus Dugaan Korupsi ke Polda Kalbar

"sangat disayangkan tindakan dari pihak Bank Kalbar melaporkan kasus ini ke Polda Kalbar, kami nilai sebagai tindakan yang kurang etis,"

Kejari Pontianak Nilai Bank Kalbar Kurang Etis Laporkan Kasus Dugaan Korupsi ke Polda Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kasi Pidsus Kejari Pontianak Juliantoro didampingi Kasi Intel R. Ahmad Yani saat menggelar konferensi pers, di aula Kejari Pontianak Senin (8/7/2019). 

Kejari Pontianak Nilai Bank Kalbar Kurang Etis Laporkan Kasus Dugaan Korupsi ke Polda Kalbar, Kasus Masih Dalam Penyelidikan

PONTIANAK - Kasi Pidsus Kejari Pontianak Juliantoro mengakui, dalam penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi oleh oknum pejabat Bank Kalbar ditemukan berbagai kendala.

Namun pihaknya menjalin kerjasama dengan OJK Perwakilan Pontianak untuk mengungkap kasus tersebut.

"Tetapi saat ini kita sudah kantongi namanya dan akan terus kita lakukan penyelidikan lebih dalam. Karena kami menemukan nama pemilik rekening yang berbeda saat hendak mengembalikan barang bukti berupa uang sebanyak Rp 1,2 Miliar. Untuk itu, pengembalian uang tersebut kami tunda dulu," ujarnya saat menggelar konferensi pers di aula Kejari Pontianak, Senin (8/7).

Ia mengatakan, penyelidikan yang dilakukan dimulai dengan memanggil pihak Bank Kalbar dalam hal ini mantan Kacab Utama Bank Kalbar.

Karena, kata dia, di tahun yang bersangkutan menjabat diketahui ada penggantian buku tabungan Bank Kalbar milik dewan pembina Fakultas Kedokteran Untan.

Baca: Pemprov akan Suntikan Rp250 M ke Bank Kalbar, Pengamat Sarankan Pertimbangkan Cost and Benefit

Baca: DPRD Pertimbangkan Suntikan Modal Rp 250 Miliar dari Pemprov ke Bank Kalbar

"Adanya satu rekening atas nama dewan pembina Fakultas Kedokteran Untan yang juga dimiliki oleh seseorang tadi, tentu mengarahkan penyelidikan kami juga pada oknum pejabat Bank Kalbar Cabang Utama Pontianak. Karena pergantian nama pemilik rekening ini tidak bisa serta merta terjadi, tanpa bantuan oknum tersebut. Kami harapkan Bank Kalbar bisa bekerjasama dengan kami dalam mengungkap kasus ini," ucapnya.

Juliantoro menambahkan, adanya dinamika saat ini yang berkembang di mana untuk Bank Kalbar terhadap kasus ini sudah dilaporkan ke pihak Polda Kalbar.

Oleh sebab itu, tentunya pihak Kejari Pontianak sangat menghargai langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Polda Kalbar.

"Namun demikian, jika sedari awal rekan-rekan kami di kepolisian sudah mengetahui adanya pengungkapan kasus ini dan tindak lanjutnya oleh Kejari Pontianak dengan surat perintah penyelidikan. Oleh karena itu ke depan antara pimpinan akan berkoordinasi," katanya.

Baca: Tim Kejari Pontianak Akui Alami Banyak Kendala Saat Hendak Eksekusi Gusti Hersan Aslirosa

Baca: Setelah Zulfhadli, Kini Giliran Gusti Hersan Aslirosa Dieksekusi Kejari Pontianak

"Untuk itu kami sampaikan bahwa pengungkapan kasus ini adalah rangkaian dari pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana atas nama Zulfadli, jadi tidak serta merta internal dari Bank Kalbar. Kami juga mengimbau kepada Bank Kalbar agar kooperatif untuk memberikan akses kepada kami untuk pengungkapan kasus ini," sambungnya.

Jadi, lanjut dia, berdasarkan informasi dari Kajari Pontianak saat ini rekening atas nama Indra Saputra ini sudah berganti nama kembali menjadi Dewan Pembina Fakultas Kedokteran Untan.

Dan dikembalikan uang sejumlah yang digunakan oleh oknum, dan ini menjadi pertanyaan uang tersebut bersumber darimana.

"Dan sangat disayangkan tindakan dari pihak Bank Kalbar melaporkan kasus ini ke Polda Kalbar, kami nilai sebagai tindakan yang kurang etis. Karena pihak Bank Kalbar mengetahui bahwa Kejari Pontianak sedang mengupayakan mengungkap kasus ini, karena ditemukan dari hasil pelaksanaan terhadap eksekusi uang Rp 1,2 Miliar tetapi dilaporkan kepada Polda Kalbar," tukasnya. 

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved