Hadiri Gawai Dayak di Sanggau, Natalia: Kebudayaaan Wahana Pengambangan Pendidikan Generasi Muda

Pengembangan kebudayaan sebagai bentuk pendidikan bagi generasi muda yang menjaga tradisi budaya adat leluhur

Hadiri Gawai Dayak di Sanggau, Natalia: Kebudayaaan Wahana Pengambangan Pendidikan Generasi Muda
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sejumlah pejabat hadiri Gawai Dayak di Sanggau 

Hadiri Gawai Dayak di Sanggau, Natalia: Kebudayaaan Wahana Pengambangan Pendidikan Generasi Muda

SANGGAU - Tradisi menanam padi dan mencari sayur dihutan dirangkai dengan rasa syukur masyarakat dayak terhadap Jubata (Tuhan) dirangkai dengan berbagai perlombaan budaya khas masyarakat dayak digelar oleh ribuan orang di Rumah Betang Raya Dori Mpulor, Kabupaten Sanggau

Padi menjadi berkat bagi masyarakat dayak yang diperoleh dari manunggal memanin dan menampik yang dilakukan dengan bergotong royong. 

Gubernur Kalbar melalui Kadisporapar Kalbar, Natalia Karyawati mengatakan tradisi nenek moyang yang harus dipertahankan dengan makna ucapan syukur atas rejeki dari Tuhan YME patut dilestarikan. 

"Pengembangan kebudayaan sebagai bentuk pendidikan bagi generasi muda yang menjaga tradisi budaya adat leluhur," ujarnya di Rumah Betang Raya Dori Mpulor, Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (7/7/2019) lalu 

Baca: Karang Taruna Komite Pemuda Desa Rantau Panjang Menggelar Dialog Kebangsaan   

Baca: Stress Pada Penyakit Dideritanya, Raffi Ahmad Curhat Menangis Mikirkan Nagita Slavina & Rafathar

Nusumino padi, menurutnya menampilkan tradisi budaya dan even ini penting diselenggarakan dan dipromosikan kepada seluruh dunia karena mengingat Sanggau menjadi kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. 

"Salah satunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar," ujarnya

Harapan pekan gawai dayak, ia menghimbau kepada masyarakat dayak agar terus memelihara persatuan dan persaudaraan antar sesama sehingga tercipta masyarakat yang rukun dan damai.

"Membangun citra positif dan bagi peserta lomba dan atraksi agar kita semua menjunjung kebersamaan," harapnya. 

Bupati Kabupaten Sanggau Paulus Hadi mengakui jika Gawai Dayak ke-XV bangga telah dapat menggelar proses ritual adat budaya yang bermartabat. 

"Kami sebagai pemerintah hanya mampu mendorong tetapi yang dapat memajukan adalah masyarakat dayak itu sendiri," ujarnya.

Deputi Presiden Dewan Adat Dayak ini juga mendapatkan titah dari Presiden Dewan Adat Dayak Nasional, Cornelis menghaturkan terima kasih kepada seluruh pihak mensukseskan setiap Tanggal 7 dibulan 7 setiap tahunnya dalam pagelaran Gawai Dayak. 

Baca: Peringatan Ulang Tahun ke 60 S4 dan PMB Datangkan Dalang Khusus dari Bandung

"Kami bangga kita dapat menyelenggarakan rutinitas adat disetiap tahun dengan terus melakukan inovasi," jelasnya. 

Kadisporapar yang mewakili Gubernur Kalbar, Natalia Karyawati bersama Bupati Sanggau, Paulus Hadi didampingi Wakil Bupati serta Polres dan Kodam mengikuti satu demi satu proses ritual hingga menyaksikan parade dari puluhan Kecamatan yang ada di Sanggau. 

Wisatawan yang hadir tidak saja dari negara Indonesia melainkan juga dari Serawak Malaysia dan Rusia. Mereka sengaja hadir untuk memenuhi undangan mereka juga setiap tahun hadir untuk melihat budaya dayak yang digelar setahun sekali itu. (*)

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved