Diskusi Tata Ruang IMPI Kalimantan "Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Waterfront City"

Ikatan Mahasiswa Perencanaan Indonesia (IMPI) Koordinator Wilayah (Korwil) Kalimantan mengadakan kegiatan diskusi tata ruang

Diskusi Tata Ruang IMPI Kalimantan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Diskusi Tata Ruang IMPI Kalimantan 

Citizen Reporter
Doni/Sekar

Diskusi Tata Ruang IMPI Kalimantan "Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Waterfront City" 

PONTIANAK - Ikatan Mahasiswa Perencanaan Indonesia (IMPI) Koordinator Wilayah (Korwil) Kalimantan mengadakan kegiatan diskusi tata ruang mengusung tema "Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Waterfront City".

Diskusi menghadirkan pemateri Dr Ely Nurhidayati selaku dosen Perencanaan Wilayah dan Kota UNTAN dan Uray selaku perwakilan dari Komunitas Cari Wawasan (Cawan) bertempat di Dhani Cafe, Jumat (5/7).

Suksesnya acara ini turut dihadiri sekitar 38 orang dari berbagai elemen masyarakat, baik dari akademisi dan praktisi antara lain mahasiswa dan alumni jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Untan dan BNPB Prov Kalbar (Yusri Darmadi), serta melibatkan IMPI Nasional, HMPTL UNISBA, IPB (Arsitektur Lansekap), UB, POLNEP serta masyarakat umum.

Acara dimulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB dengan pembukaan oleh Ketua IMPI Korwil Kalimantan Iman Sumantri.

Baca: Cara Mengurus Kembali STNK yang Hilang

Baca: Ini Syarat Pengajuan Mendirikan BTS

Baca: Sedang LIVE! Semen Padang Vs Tira Persikabo Liga 1 2019 di Ochannel, PS TIRA Sementara Unggul 0-1

Dalam sambutannya, Iman mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja divisi litbang agar mahasiswa dan masyarakat umum dapat mengenal waterfrontcity Kota Pontianak yang baru saja dibangun.

“Kami harapkan kehadiran akademisi, praktisi maupun masyarakat umum yang hadir dalam diskusi tata ruang ini dapat menambah wawasan dan ilmu tentang pentingnya waterfront city Pontianak yang telah dibangun. Untuk kedepannya kami akan adakan kegiatan yang lebih inovatif sehingga menarik berbagai elemen masyarakat agar tertarik dan mendukung pembangunan pariwisata waterfront city Pontianak” katanya.

Diskusi dilanjutkan oleh narasumber pertama, Dr Ely menjelaskan bahwa dalam pengembangan pariwisata harus menerapkan prinsip sustainable development yang terdiri dari aspek ekologi, sosial,ekonomi,dan juga kebudayaan.

Sebab dari pemaparannya, beberapa best practices dari berbagai kota baik dalam maupun luar negeri terdapat perbedaan perlakuan dalam strategi pengembangan pariwisata berbasis waterfront city Pontianak.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved