4 dari 8 Raperda Inisiatif DPRD Sanggau Dinilai Menarik Bagi Robby Sugianto

Namun, Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, sekali lagi ini baru merupakan rancangan yang kami upayakan agar dapat diwujudkan menjadi Perda.

4 dari 8 Raperda Inisiatif DPRD Sanggau Dinilai Menarik Bagi Robby Sugianto
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Anggota Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Sanggau, Robby Sugianto SE 

4 dari 8 Raperda Inisiatif DPRD Sanggau Dinilai Menarik Bagi Robby Sugianto

SANGGAU - Anggota Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Sanggau, Robby Sugianto menyampaikan, sekitar delapan buah rencana pembentukan peraturan daerah (Raperda) yang menjadi inisiatif DPRD Sanggau.

Untuk itulah, pihaknya akan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus). Seperti diketahui, Bapemperda DPRD Sanggau baru saja koordinasi dan konsultasi di DPRD DKI Jakarta terkait Raperda tersebut.

Namun, kata Robby, dari kesemua Raperda yang diajukan ia sangat tertarik dengan beberapa diantaranya, yaitu Raperda tentang Pengendalian dan pengawasan usaha timbangan sawit.

"Dan tidak kalah penting juga berdasarkan banyaknya pengajuan dari perangkat desa yaitu raperda tentang pemberian insentif untuk ketua RT, RW, ketua adat dan temenggung adat, " katanya, Senin (8/7/2019).

Baca: Koordinasi Terkait Raperda Inisiatif, Bapemperda DPRD Sanggau Kunker de DPRD DKI Jakarta

Baca: Sharing Mekanisme Pembahasan Anggaran, Banggar DPRD Sanggau Kunker ke DPRD Kota Jogja

Kemudian Juga tidak kalah penting Raperda tentang pemberian insentif bagi tenaga kontrak khusus guru dan tenaga kesehatan yang bertugas dipedalaman.

"Kemudian yang terakhir Raperda tentang pemberian insentif untuk marbot masjid, katokis gereja dan gembala gereja. Semuanya berdasarkan usulan dari bawah," tegasnya.

Namun, Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, sekali lagi ini baru merupakan rancangan yang kami upayakan agar dapat diwujudkan menjadi Perda.

Dan tentunya kembali lagi kepada beberapa faktor penentu apakah dapat diterapkan kemudian hari atau malah menjadi beban kedepan.

"Oleh sebab itu dengan waktu yang diberikan kami akan terus mengkaji dan mengadakan studi banding terkait hal ini, Agar semua dapat terlaksana sesuai harapan dan kepentingan umum, "tuturnya.

Baca: Terpilih Jadi Anggota DPRD Sanggau, Ini Ungkapan Yuvenalis Krismono

Baca: Dukung Razia Pekat, DPRD Sanggau Minta Aparat Rutin Patroli

Kita, lanjutnya, mendapat banyak masukan dari berbagai pihak terkait banyak hal yang perlu diatur dalam bentuk Perda.

"Namun tentunya tidak semua Perda bisa kita paksakan untuk disahkan menjadi Perda, "katanya.

Karena, lanjutnya, ada banyak faktor yang menjadi bahan pertimbangan kita.

Terutama kita harus memastikan agar sebelum menjadi Perda, Raperdanya tidak bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi diatasnya.

"Faktor lain juga perlu kita pertimbangkan seperti kemampuan keuangan daerah. Dan juga harus kita seauaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di tengah masyarakat," pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved