Warga Pemilik Lahan Hadiri Rapat Pertemuan Tuntut Ganti Rugi

Sebanyak tujuh orang warga Dusun Tiang Aji, Desa Lamoanak, Kecamatan Menjalin didampingi oleh pengurus adat dan perangkat

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Rapat ganti rugi tuntutan masyarakat 

Warga Pemilik Lahan Hadiri Rapat Pertemuan Tuntut Ganti Rugi

LANDAK - Sebanyak tujuh orang warga Dusun Tiang Aji, Desa Lamoanak, Kecamatan Menjalin didampingi oleh pengurus adat dan perangkat Desa yaitu Kadus Tiang Aji dan Kepala Desa.

Menghadiri undangan rapat pertemuan untuk membahas lahan warga yang diduga terkena pencemaran limbah pabrik, dan menyampaikan tuntutan warga kepada pihak PT GRS yang dilaksanakan di kantor pabrik PT GRS di Desa Selutung, Kecamatan Mandor pada Rabu (3/7/2019).

Dalam rapat pertemuan tersebut juga melibatkan pihak keamanan yaitu Kapolsek Menjalin beserta dua orang anggotanya, dan tiga petugas dari Dinas DPRKPLH Landak, kemudian perwakilan dari pihak PT GRS yaitu Mill Manager dan Manager Humas beserta staf.

Kapolsek Menjalin Iptu Teguh Pambudi yang membuka rapat musyawarah tersebut langsung menyampaikan poin-poin pokok permasalahan yang akan dibahas dalam rapat musyawarah.

Baca: BMKG Prediksi Hujan Sedang Masih Berpotensi Tiga Hari Kedepan

Baca: TRIBUNWIKI: 16 Tempat Money Changer di Pontianak

Baca: Bupati Rupinus dan Ketua PKK Hadiri Puncak Peringatan Harganas XXVI di Kantor Gubernur Kalsel

Sesuai dengan pengaduan warga yang diterima oleh Polsek Menjalin terkait dugaan pencemaran limbah pabrik PT GRS.

"Ada dua poin pokok yang akan kita bahas di dalam rapat pertemuan saat ini, berkaitan dengan pengaduan warga tentang dugaan pencemaran limbah pihak PT GRS yaitu normalisasi dan dugaan adanya pencemaran limbah di aliran sungai serta lahan milik warga," tutur Teguh.

Kepala Desa Lamoanak Yoyakim meminta kepada pihak perusahaan untuk memperhatikan penanganan limbah terkait dengan adanya dugaan pembuangan limbah pabrik PT GRS.

Mengingat bahwa limbah tersebut berwujud cair, sehingga sangat mudah untuk tercemar dimana sifat benda cair selalu mengalir dari dataran tinggi ke dataran rendah. Selain itu limbah memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat.

Satu perwakilan warga Dusun Tiang Aji Sujiman, dan pengurus adat beserta Kepala Dusun menyampaikan bahwa pihak masyarakat tidak menuntut banyak kepada pihak PT GRS.

Halaman
123
Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved